Menu

Mode Gelap

Pos-pos Terbaru · 14 Feb 2026 16:04 WITA

40.761 UMKM Kukar Masuk Sistem, Baru 1.000 Data Terverifikasi


Kabid Pengembangan UKM Santi Effendi bersama tenaga ahli saat menyampaikan rilis data awal UMKM Kukar di Kopi Pangeran. (Angga/okeborneo.com) Perbesar

Kabid Pengembangan UKM Santi Effendi bersama tenaga ahli saat menyampaikan rilis data awal UMKM Kukar di Kopi Pangeran. (Angga/okeborneo.com)

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Kutai Kartanegara (DiskopUKM) mencatat sebanyak 40.761 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tersebar di seluruh kecamatan di wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara. Angka tersebut berasal dari pendataan awal yang dihimpun melalui aplikasi internal dinas sejak pertengahan 2025.

Kepala Bidang Pengembangan UKM, Santi Effendi, menyampaikan bahwa data tersebut masih bersifat dasar dan belum final. Publikasi dilakukan sebagai langkah awal untuk membuka gambaran kondisi riil UMKM sebelum dilakukan penataan lanjutan.

“Data ini adalah hasil input tahap awal. Kami perlu menyampaikan secara terbuka agar menjadi pijakan bersama dalam menyusun kebijakan ke depan,” ujarnya saat ditemui di Kopi Pangeran, Sabtu (14/2/2026).

Pendataan dilakukan oleh tim Tenaga Ahli (TA) yang bekerja selama kurang lebih enam bulan terakhir. Seluruh data pelaku usaha yang masuk ke dalam sistem kemudian dihimpun dan direkapitulasi, sehingga muncul total angka 40 ribuan UMKM.

Namun demikian, DiskopUKM tidak serta-merta menjadikan angka tersebut sebagai acuan final. Saat ini, proses verifikasi tengah berjalan untuk memastikan validitas data, termasuk status aktif atau tidaknya pelaku usaha yang tercatat.

Hingga pertengahan Februari, sekitar 1.000 data UMKM telah berhasil diverifikasi langsung. Proses ini dilakukan untuk mencocokkan data aplikasi dengan kondisi di lapangan.

Menurut Santi, langkah validasi penting agar pemerintah daerah memiliki basis data akurat sebelum merancang program pembinaan, bantuan, maupun penguatan kapasitas usaha pada 2026.

“Angkanya besar, sehingga perlu dipastikan kembali. Ada yang berjualan rutin setiap hari, ada juga yang hanya aktif saat momen tertentu seperti Ramadan atau kegiatan budaya,” jelasnya.

Dari pemetaan sementara, wilayah dengan jumlah pelaku usaha terbanyak berada di Kecamatan Tenggarong dengan kisaran sekitar 4.000 unit usaha.

Ke depan, DiskopUKM Kukar menargetkan pembaruan data secara bertahap agar seluruh UMKM yang benar-benar aktif dapat teridentifikasi dengan baik. Data yang telah tervalidasi nantinya akan menjadi dasar dalam penyusunan program pengembangan ekonomi kerakyatan di Kukar. (atr)

Artikel ini telah dibaca 24 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Erau 2026 Digelar September di Tiga Kawasan, Sekolah Akan Dilibatkan

1 Agustus 2026 - 19:25 WITA

Erau Adat Kutai 2026

Pemkab Kukar Kaji Beasiswa S1 Perangkat Desa, Sasarannya Pemegang KTP Kukar

1 Agustus 2026 - 19:19 WITA

beasiswa S1 perangkat desa Kukar

Operasi Antik Kukar Ungkap 29 Kasus Narkoba, Penyerahan Pakai Titik GPS

31 Juli 2026 - 15:28 WITA

Operasi Antik Mahakam 2026 Kukar

Sekda Kukar: Regulasi Insentif Guru Non-ASN Belum Sah Saat Program Berjalan

30 Juli 2026 - 17:19 WITA

insentif guru non-ASN Kukar

Mangkir Kerja Jadi Pelanggaran Terbanyak, 8 ASN Pemkab Kukar Diberhentikan

30 Juli 2026 - 15:40 WITA

ASN Pemkab Kukar diberhentikan

Rahmat Dermawan Bantah Walkout PDI-P Kukar atas Instruksi Pihak Luar

29 Juli 2026 - 18:55 WITA

walkout PDI-P Kukar
Trending di Pos-pos Terbaru