Menu

Mode Gelap

Advertorial · 6 Nov 2025 20:15 WITA

DLHK Kukar Targetkan 100 Persen Desa Jadi Desa Ramah Lingkungan 2030


engendali Dampak Lingkungan Ahli Muda Bidang Penataan dan Kapasitas Lingkungan DLHK Kukar, Aji Sayid Muhammad Ali. (Angga/okeborneo.com) Perbesar

engendali Dampak Lingkungan Ahli Muda Bidang Penataan dan Kapasitas Lingkungan DLHK Kukar, Aji Sayid Muhammad Ali. (Angga/okeborneo.com)

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA — Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menargetkan seluruh desa di wilayahnya bertransformasi menjadi Desa Ramah Lingkungan dalam periode lima tahun ke depan.

Target ambisius ini tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2030, sejalan dengan semangat Program Kukar Idaman Terbaik yang menitikberatkan pada pembangunan berkelanjutan di tingkat desa.

Pengendali Dampak Lingkungan Ahli Muda Bidang Penataan dan Kapasitas Lingkungan DLHK Kukar, Aji Sayid Muhammad Ali, mengatakan target baru ini merupakan peningkatan yang signifikan dibanding RPJMD sebelumnya.

“Sebelumnya hanya sekitar 30 persen desa yang ditargetkan menjadi Desa Ramah Lingkungan. Sekarang kita pasang target penuh, 100 persen desa dalam lima tahun,” ujar Ali di Tenggarong.

Untuk mencapai sasaran tersebut, DLHK Kukar telah menyiapkan serangkaian program pembinaan yang menyeluruh, mencakup peningkatan kapasitas aparatur desa, edukasi masyarakat tentang pengelolaan lingkungan, serta penerapan praktik ramah lingkungan dalam pengelolaan sampah dan sumber daya alam.

Ali menegaskan bahwa pembinaan tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga menyentuh aspek perubahan perilaku masyarakat agar tumbuh kesadaran kolektif dalam menjaga kelestarian alam di lingkungan masing-masing.

“Kami ingin masyarakat tidak hanya tahu aturan, tapi juga punya kebiasaan dan pola pikir yang ramah lingkungan,” tambahnya.

Selain itu, DLHK Kukar juga telah menyiapkan alokasi anggaran khusus untuk mendukung pelaksanaan kegiatan pembinaan di seluruh desa. Menurut Ali, keberhasilan program ini membutuhkan sinergi kuat antara pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat setempat.

“Kunci suksesnya ada pada kolaborasi. Pemerintah bisa menyiapkan arah dan dukungan, tapi masyarakatlah yang menentukan keberlanjutan,” tutupnya.

Program ini diharapkan mampu menjadikan Kutai Kartanegara sebagai contoh daerah dengan komitmen kuat terhadap pelestarian lingkungan hidup, sekaligus memperkuat posisi Kukar sebagai kabupaten yang tumbuh dengan prinsip ekonomi hijau dan berkelanjutan. (adv/dlhkkukar/atr)

Artikel ini telah dibaca 16 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Posko Karhutla Tenggarong Ditetapkan, Penanganan dan Logistik Relawan Dipusatkan

21 September 2026 - 18:43 WITA

Bupati Kukar Tinjau Posko Karhutla Tenggarong, Relawan Terima Bantuan

21 September 2026 - 18:41 WITA

Dari Tepian Mahakam, Hetifah: Erau Mengingatkan Kita Siapa Kita

21 September 2026 - 13:51 WITA

Dibuka Hari Ini, Erau Adat Kutai 2026 Usung Tema “Raja Menjamu Rakyatnya”

20 September 2026 - 14:55 WITA

PKU Muhammadiyah Kukar Mulai Dibangun, Tahap Awal Fokus Satu Lantai

19 September 2026 - 16:03 WITA

Pembukaan Erau 2026 Tetap Digelar, Pemkab Kukar Antisipasi Dampak Asap

19 September 2026 - 16:01 WITA

Trending di Home