Menu

Mode Gelap

Pos-pos Terbaru · 24 Feb 2026 16:37 WITA

Aksi Mahasiswa Unikarta di Polres Kukar Tuntut Keadilan atas Kematian Pelajar Maluku


Sejumlah mahasiswa Unikarta menggelar aksi di depan Polres Kutai Kartanegara dengan membakar ban sebagai simbol protes, Selasa (24/2/2026). (Angga/Okeborneo.com) Perbesar

Sejumlah mahasiswa Unikarta menggelar aksi di depan Polres Kutai Kartanegara dengan membakar ban sebagai simbol protes, Selasa (24/2/2026). (Angga/Okeborneo.com)

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Puluhan mahasiswa dari Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Polres Kutai Kartanegara (Kukar), Selasa (24/2/2026). Aksi tersebut sebagai bentuk solidaritas dan tuntutan keadilan atas kematian seorang pelajar asal Maluku yang diduga melibatkan oknum anggota Brimob.

Dengan membawa spanduk dan poster berisi tuntutan, massa aksi secara bergantian menyampaikan orasi. Mereka mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus tersebut secara transparan dan profesional.

Presiden BEM Unikarta, Zulkaranen, dalam orasinya menyatakan bahwa mahasiswa hadir sebagai representasi suara masyarakat yang menginginkan keadilan ditegakkan tanpa pandang bulu.

“Kami menuntut proses hukum yang transparan dan adil. Siapa pun yang terlibat harus diproses sesuai aturan yang berlaku. Jangan sampai ada kesan pembiaran atau perlindungan terhadap oknum,” tegasnya.

Mahasiswa juga meminta agar pihak kepolisian memberikan informasi terbuka kepada publik terkait perkembangan penanganan perkara tersebut. Mereka menilai keterbukaan informasi penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum.

Selain menyampaikan tuntutan, massa aksi menyerahkan pernyataan sikap kepada perwakilan Polres Kukar. Dalam pernyataan tersebut, mahasiswa meminta agar aspirasi mereka diteruskan kepada pimpinan Polri dan jajaran terkait untuk memastikan proses hukum berjalan objektif.

Aksi berlangsung dengan pengawalan aparat kepolisian dan berjalan tertib. Setelah menyampaikan tuntutan dan menyerahkan pernyataan sikap, massa aksi membubarkan diri secara damai.

Mahasiswa menegaskan akan terus mengawal perkembangan kasus tersebut hingga ada kejelasan hukum dan keadilan bagi korban serta keluarganya. (atr)

Artikel ini telah dibaca 17 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Hetifah Soroti Kesenjangan Kapasitas dan Digitalisasi Pemerintahan Desa

21 Juli 2026 - 16:40 WITA

tata kelola pemerintahan desa

Hetifah Usulkan Beasiswa dan Jalur RPL bagi Perangkat Desa

21 Juli 2026 - 16:29 WITA

beasiswa perangkat desa

Kebakaran di Jalan Belida Tenggarong Hanguskan Lima Bangunan, Pasokan Air Jadi Kendala

20 Juli 2026 - 23:31 WITA

kebakaran Jalan Belida Tenggarong

PPDI Kaltim Dilantik di Kukar, Aulia Tekankan Profesionalisme dan Digitalisasi Desa

20 Juli 2026 - 20:24 WITA

PPDI Kaltim

Polisi Tangkap Pria atas Dugaan Kekerasan Seksual terhadap Anak di Samarinda

17 Juli 2026 - 20:22 WITA

kekerasan seksual anak

Tujuh Rumah Terbakar di Tenggarong, Tujuh Keluarga Kehilangan Tempat Tinggal

17 Juli 2026 - 11:39 WITA

kebakaran Tenggarong
Trending di Peristiwa