TEKS FOTO: Kabid Kepramukaan Dispora Kukar, Nopan Solihin (istimewa)
okeborneo.com,KUTAI KARTANEGARA – Predikat Pramuka Garuda tidak hanya menjadi bentuk penghargaan atas capaian peserta didik dalam kegiatan kepramukaan. Sertifikat tersebut juga dinilai dapat menjadi nilai tambah ketika peserta didik melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.
Kepala Bidang Kepramukaan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutai Kartanegara (Kukar), Nopan Solihin, mengatakan prestasi Pramuka Garuda dapat diperhitungkan bersama capaian lainnya dalam proses penerimaan peserta didik.
Menurutnya, peluang tersebut dapat diterapkan ketika siswa menyelesaikan pendidikan di tingkat SD dan melanjutkan ke SMP, maupun dari SMP ke SMA. Sertifikat Pramuka Garuda dapat menjadi salah satu poin penunjang dalam proses seleksi sesuai ketentuan masing-masing lembaga pendidikan.
“Misalnya dari SD mau ke SMP atau SMP mau ke SMA, dia sebagai Pramuka Garuda dan memiliki sertifikat, itu bisa diprioritaskan. Sama seperti prestasi lainnya, sertifikat itu menjadi poin tambahan,” ujar Nopan, Sabtu (26/9/2026).
Ia menjelaskan, sekolah tidak hanya membutuhkan peserta didik dengan kemampuan akademik, tetapi juga melihat berbagai potensi dan prestasi yang dimiliki. Karena itu, capaian di bidang kepramukaan, olahraga maupun bidang lainnya dapat menjadi bagian dari pertimbangan.
“Sekolah mencari bibit-bibit yang bagus. Kalau dia pernah juara di bidang olahraga atau memiliki prestasi lainnya, itu bisa menjadi poin utama atau poin penunjang,” jelasnya.
Menurut Nopan, perhatian terhadap prestasi Pramuka Garuda juga mulai terlihat pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Ia menyebut peluang tersebut dapat ditemukan dalam penerimaan perguruan tinggi maupun sekolah kedinasan, meski penerapannya tetap bergantung pada kebijakan masing-masing institusi.
Ia mencontohkan Universitas Mulawarman yang disebut memberikan perhatian terhadap peserta didik pemegang sertifikat Pramuka Garuda. Namun, Nopan menegaskan mekanisme penerimaan dan bentuk prioritas tetap mengikuti aturan yang ditetapkan pihak perguruan tinggi.
“Dari Universitas Negeri Mulawarman, kalau tidak salah yang memiliki sertifikat Pramuka Garuda dan sudah lulus SMA bisa diperhitungkan untuk mendapatkan prioritas tanpa tes lagi,” katanya.
Nopan menegaskan, sertifikat Pramuka Garuda bukan satu-satunya penentu dalam proses seleksi. Khusus sekolah kedinasan, masih terdapat sejumlah persyaratan lain yang harus dipenuhi peserta, termasuk aspek fisik dan indikator penunjang lainnya.
“Sekolah kedinasan mulai melihat ke situ. Cuma banyak unsur lain yang dinilai, misalnya fisik, tinggi badan dan poin-poin penunjang lainnya. Jadi sertifikat Pramuka Garuda ini sifatnya sebagai nilai tambahan,” ungkapnya.
Selain menjadi nilai tambah dalam pendidikan, prestasi Pramuka Garuda juga disebut dapat menjadi salah satu pertimbangan dalam pemberian beasiswa bagi peserta didik berprestasi.
“Beasiswa juga begitu. Kemarin beasiswa Pramuka Garuda kemungkinan juga sudah didapatkan. Jadi sudah mulai mendapat perhatian,” tandasnya.
Dispora Kukar pun mendorong peserta didik untuk terus mengembangkan kemampuan dan prestasi melalui kegiatan kepramukaan. Predikat Pramuka Garuda diharapkan tidak hanya menjadi bentuk apresiasi, tetapi juga dapat membuka peluang tambahan bagi peserta didik dalam melanjutkan pendidikan dan mengembangkan potensinya.(adv/diskominfokukar/atr)










