okeborneo.com,KUTAI KARTANEGARA — Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Aulia Rahman Basri, meluruskan wacana yang beredar di masyarakat mengenai rencana penyelenggaraan pesta adat Erau di Ibu Kota Nusantara (IKN). Ia menegaskan bahwa pelaksanaan Erau Adat Kutai tidak dipindahkan dan akan tetap dipusatkan di Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara.
Klarifikasi tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Kukar guna meluruskan distorsi informasi di tengah masyarakat yang menganggap pesta adat tahunan di Tenggarong akan digantikan atau dialihkan sepenuhnya ke wilayah IKN pada tahun mendatang.
“Erau Adat Kutai adanya di Tenggarong. Itu yang harus kita pahami bersama. Erau yang kita sebut dengan Erau Adat Kutai setiap tahunnya tetap kita laksanakan di Tenggarong dari tanggal 20 sampai tanggal 27,” tegas Aulia.
Menurutnya, pemaknaan Erau sebagai pesta riuh memang memungkinkan tradisi ini dirayakan di berbagai wilayah yang melingkupi daerah bekas Kerajaan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, termasuk rencana perayaan di IKN maupun Kutai Timur pada tanggal 12 mendatang.
Namun, Aulia menekankan bahwa agenda perayaan di IKN dan lokasi lainnya hanyalah bentuk partisipasi serta penghargaan untuk mengambil hikmah dari tradisi tersebut, bukan untuk menggantikan kedudukan Tenggarong sebagai pusat sakral Erau Adat Kutai.
Langkah penyampaian informasi ini dinilai krusial agar tidak menimbulkan kesalahpahaman publik, sehingga masyarakat luas memperoleh pemahaman yang benar mengenai komitmen Pemerintah Kabupaten Kukar dalam menjaga kelestarian tradisi dan adat istiadat Kutai di Tenggarong.(adv/diskominfokukar/atr)










