okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) telah resmi membuka pendaftaran dari bulan Februari hingga bulan Agustus tahun 2022. Hingga saat ini, sudah sebanyak 200 orang yang telah mendaftarkan dirinya untuk mengenyam pendidikan di Unikarta.
Rektor Unikarta, Profesor Dr Ir Ince Raden M.P mengatakan, untuk menyambut mahasiswa baru tentunya pertama Universitas harus menyiapkan beberapa pelayanan yang lebih kondusif, yang lebih agresif kemudian yang lebih melayani untuk mahasiswa tersebut.
“Karena mereka adalah anak-anak bangsa, terutama yang asal Kukar yang memeberikan kepercayaan kepada unikarta untuk menimba ilmu disini, ” ujarnya.
Oleh karena itu dirinya mengatakan, mulai dari aspek fasilitas, sumber daya dosen, pelayanan administrasi sistem yang di bangun, berharap dari waktu ke waktu juga ini akan semakin baik sehingga mahasiswa baru nanti dalam proses perkuliahannya bisa nyaman kemudian sesuai dengan harapan-harapan yang tentunya mereka inginkan untuk masuk di kampus unikarta.
Ince juga menyebutkan, saat ini beberapa fasilitas sudah mulai direhabilitasi. Saat ini baru saja menyelesaikan skema gambar untuk pagar didepan, akan dicoba rehab, kemudian ada taman yang akan di buat didepan perpustakaan, kemudian diantara perpustakaan sama gedung rektorat ini insyallah akan di buat food corner.
“Disitu akan kita integrasikan dan dipadukan dengan bisnis kewirausahaan mahasiswa dan juga termasuk warung-warung didepan unikarta itu akan kita relokasikan dari tempat itu, jadi mereka juga dilibatkan agar mereka tidak berjualan ditempat itu, sehingga didepan tidak kelihatan kumuh, “ujarnya.
Kemudian, ia juga menyebut rencana sekarang ini akan di bangunkan masjid di lingkungan Unikarta, jadi untuk mushola yang ada dibelakang akan di pindahkan kedepan dan alhamdulilah ini juga sudah mendapat tanggapan positif dari pejabat di internal Unikarta maupun Pemerintah Kabupaten (Pemkab). “sudah saya komunikasikan dengan bupati dan mendapat sumbangan 100 juta untuk pembangunan masjid Unikarta itu, ” imbuhnya.
“Saya ingin kalau masjid itu ada didepan dan untuk kedepan kita gunakan untuk sholat jumat, kita bisa membuka akses buat masyarakat disekitar untuk bisa bersama-sama masyarakat dikampus untuk melaksanakan sholat jumat bersama-sama,” tutupnya. (atr/ob1/ef)








