Menu ✖

Mode Gelap

Advertorial · 28 Sep 2026 15:07 WITA

HUT ke-244 Tenggarong, Bupati Kukar Dorong Pelayanan Publik Lebih Humanis


Pidato Bupati Kukar Aulia Rahman Basri didampingi Wakil Bupati Rendi Solihin di Sidang Paripurna Terbuka peringatan HUT ke-244 Kota Raja di DPRD Kukar (Angga/okeborneo.com) Perbesar

Pidato Bupati Kukar Aulia Rahman Basri didampingi Wakil Bupati Rendi Solihin di Sidang Paripurna Terbuka peringatan HUT ke-244 Kota Raja di DPRD Kukar (Angga/okeborneo.com)

okeborneo.com,KUTAI KARTANEGARA – Peringatan Hari Jadi Kota Tenggarong ke-244 menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) untuk memperkuat komitmen menghadirkan pelayanan publik yang lebih humanis dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Bupati Kukar Aulia Rahman Basri dalam Sidang Paripurna Istimewa Peringatan Hari Jadi Kota Tenggarong ke-244, Senin (28/9/2026).

Aulia mengatakan, peringatan Hari Jadi Tenggarong yang jatuh setiap 28 September tidak hanya berkaitan dengan usia kota, tetapi juga menjadi momentum untuk mengingat perjalanan sejarah pemindahan pusat pemerintahan dari Pemarangan ke Tepian Pandan.

Wilayah tersebut kemudian dikenal sebagai Tangga Arung dan berkembang menjadi Tenggarong yang dikenal saat ini.

“Hari ini kita melaksanakan sidang paripurna istimewa dalam rangka peringatan Hari Jadi Kota Tenggarong yang ke-244,” kata Aulia.

Menurutnya, sejarah Hari Jadi Tenggarong memiliki keterkaitan erat dengan pelaksanaan Erau Adat Kutai. Keduanya menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam rangkaian peringatan yang mengangkat kembali sejarah dan kebudayaan Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura.

Rangkaian tersebut sebelumnya ditandai dengan penurunan Pinang Ayu sebelum dilanjutkan dengan Sidang Paripurna Istimewa Hari Jadi Kota Tenggarong.

“Raja Menjamu Rakyatnya” Jadi Teladan Pelayanan

Mengusung tema “Manunggal Bersama Raja, Raja Menjamu Rakyatnya”, Aulia memaknai tema tersebut sebagai pesan tentang tanggung jawab pemerintah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Ia mengatakan, keteladanan Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura menjadi salah satu pijakan bagi pemerintah daerah dalam menjalankan tugas sebagai pelayan masyarakat.

“Makna dari Raja Menjamu Rakyatnya adalah makna paling dalam, yaitu makna pelayanan,” ujarnya.

Aulia menegaskan, pemerintah bersama Forkopimda memiliki tanggung jawab untuk memberikan pelayanan yang mengedepankan kepentingan masyarakat.

“Kita ini adalah pelayan masyarakat, kita ini adalah pelayan rakyat,” tegasnya.

Karena itu, ia berharap pelayanan pemerintahan di Kukar ke depan semakin humanis dan mampu beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat.

Ia juga mendorong agar setiap proses pelayanan dapat dibuat lebih mudah sehingga masyarakat dapat merasakan kehadiran pemerintah secara langsung.

“Harapan kita ke depan, pelayanan pemerintahan yang ada di Kabupaten Kutai Kartanegara itu lebih humanis lagi, lebih adaptif dengan kebutuhan masyarakat, selalu berusaha untuk mempermudah setiap proses layanan kepada masyarakat,” katanya.

Pemuda Diminta Ambil Peran

Pada momentum Hari Jadi Tenggarong ke-244, Aulia juga mengajak generasi muda Kukar untuk memahami perjalanan sejarah daerah sekaligus mengambil peran dalam pembangunan.

Menurutnya, usia Tenggarong yang telah mencapai 244 tahun menunjukkan bahwa terbentuknya kota tersebut merupakan proses panjang yang diwariskan dari generasi ke generasi.

“Untuk generasi muda, perjalanan sejarah ini bukanlah sesuatu yang singkat. Ini merupakan sesuatu yang panjang. Tenggarong yang kita lihat hari ini itu sudah berumur 244 tahun,” ungkapnya.

Aulia menilai generasi muda memiliki peluang dan kesempatan yang sama untuk berkontribusi dalam pembangunan Kukar. Ia berharap potensi tersebut dapat diarahkan untuk melahirkan berbagai gagasan dan karya bagi kemajuan daerah.

“Generasi muda harus semangat dalam membangun daerah kita tercinta, Kabupaten Kutai Kartanegara. Kita tidak boleh bermalas-malasan,” ujarnya.

Ia juga mendorong pemuda Kukar mengambil inspirasi dari nilai-nilai yang ditampilkan melalui kegiatan kebudayaan dan Kesultanan.

Sultan Dorong Budaya Terus Dikembangkan

Sementara itu, Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura Sultan Aji Muhammad Arifin menyampaikan apresiasi terhadap dukungan pemerintah dalam pelestarian adat dan budaya di Kukar.

Menurutnya, keberadaan pemerintah memiliki peran penting dalam memastikan adat dan kebudayaan tetap mendapat ruang untuk berkembang di tengah perubahan zaman.

“Pemerintah artinya mendukung kita. Adat budaya kita ini harus selalu diangkat, tidak boleh ketinggalan. Semoga lebih maju lagi, dan bisa berkembang lagi,” tuturnya.

Peringatan Hari Jadi Tenggarong ke-244 pun menjadi momentum untuk memperkuat kesinambungan antara sejarah, kebudayaan, pemerintahan, dan masyarakat dalam menjaga identitas daerah untuk generasi berikutnya.(adv/diskominfokukar/atr)

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Luruskan Isu Pemindahan, Bupati Kukar Tegaskan Erau Adat Kutai Tetap Digelar di Tenggarong

28 September 2026 - 15:42 WITA

Ziarah Makam Raja, Bupati Kukar Tekankan Pentingnya Menjaga Sejarah dan Sakralitas Erau

28 September 2026 - 15:06 WITA

Belimbur Tutup Rangkaian Erau 2026, Aulia Dorong Semangat Membangun Kukar

27 September 2026 - 14:55 WITA

Pramuka Garuda Bisa Jadi Poin Tambahan Saat Lanjut Pendidikan

26 September 2026 - 22:06 WITA

Pusat Kucurkan Rp10 Miliar untuk Penanganan Karhutla di Kukar

26 September 2026 - 21:40 WITA

Aulia Rahman Basri Dukung PPPK Paruh Waktu Diangkat Penuh Waktu

26 September 2026 - 20:56 WITA

Trending di Advertorial