Menu

Mode Gelap

Sosial · 5 Feb 2022 14:30 WIB

Jembatan ATJ Terbengkalai, Jalur ‘Potong Kompas’ Jadi Cerita Dongeng


 Jembatan ATJ Terbengkalai, Jalur ‘Potong Kompas’ Jadi Cerita Dongeng Perbesar

okeborneo.com, KUTAI BARAT – Masyarakat dipaksa untuk menempuh waktu 12 jam perjalanan menuju ke Kabupaten Kutai Barat (Kubar) dengan melintasi jalur yang ekstrem karena buruknya infrastruktur jalan Trans Kalimantan Timur (Kaltim).

Namun sebenarnya ada jalur “potong kompas” yang dapat digunakan masyarakat dengan ditempuh dalam waktu 3 jam dari Kota Bangun, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menuju ke Kubar, dengan memangkas waktu hingga 9 jam.

Kecamatan Mook Manaar Bulatn, Salah satu kecamatan terluar Kubar itu terletak di seberang Kecamatan Melak merupakan lokasi terdekat menuju Kukar.

Sayangnya, pembangunan di wilayah Kecamatan Mook Manaar Bulatn sangat tertinggal, karena satu-satunya akses penghubung hanya dapat dijangkau dengan menggunakan perahu ataupun kapal untuk melintasi Sungai Mahakam,tepatnya di Desa Abid yang bertetangga dengan Kecamatan Tabang, Kukar.

Sementara Kabupaten Kukar telah membentang jembatan terpanjang di Indonesia,Jembatan Martadipura memiliki 15,3 kilometer yang memudahkan akses bagi masyarakat di 5 kecamatan yakni Tabang, Kembang Janggut, Kenohan, Muara Wis, dan Muara Muntai.

Sementara itu, pada 2012 Pemkab Kubar memulai proyek multiyears dengan membangun Jembatan Aji Tulur Jejangkat (ATJ), yang menghubungkan Melak dengan Mook Manaar Bulatn.

Lima tahun pertama proyek tersebut berjalan lancar,Pemkab Kubar sudah menggelontorkan anggaran lebih dari Rp 400 miliar agar jembatan ATJ segera terbangun dengan memiliki panjang 1.040 meter.

Namun saat okeborneo.com bersama awak media lainnya mencoba melihat perkembangan jembatan ATJ yang sudah memiliki jalan penghubung menuju bentang tengah dengan dua pylon berdiri tegak di kedua sisi sungai serta telah dilengkapi lampu penerangan itu sayangnya terbengkalai hingga kini.

Akibatnya akses “potong kompas” yang didambakan masyarakat guna menunjang kemajuan Kubar dari itupun hanya menjadi cerita dongeng.

Forum Akuntabilitas dan Transparasi (Fakta) Kubar menyampaikan dari banyaknya proyek multiyears yang terbengkalai di Kubar merupakan adanya dugaan kesengajaan Pemkab untuk tidak menuntaskan proyek yang dibangun di era Ismael Thomas kala itu.

Ketua Fakta, Hertin Armasyah mengungkapkan
pihaknya telah mengadukan dugaan-dugaan itu ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kaltim untuk mengusut tuntas penyebab tidak dituntaskan proyek Jembatan ATJ tersebut.

“Kami menemukan adanya pengalihan anggaran di 2018, dimana anggaran yang semestinya bisa digunakan untuk melanjutkan atau bahkan menyelesaikan proyek Jembatan ATJ dibatalkan dan justru dipakai untuk memperbaiki 4 jalan desa,” jelasnya.

Hertin menegaskan pula bahwa Jembatan ATJ pun memiliki skala prioritas dalam pembangunan sesuai dengan amah undang-undang mengenai pemerataan pembangunan.

“Tujuan dibangunnya jembatan itu sudah jelas memberikan kemudahan akses bagi masyarakat dari satu kabupetan ke kabupaten maupun kota. Bahkan kontruksi dari jembatan itu sudah ada,” ucapnya.

Hertin juga mengungkapkan bagimana kendala-kendala warga di Kecamatan Mook Manaar Bulatn untuk mendapatkan layanan kesehatan.

“Ya tentu sangat sulit bagi mereka, mengingat akses untuk menuju ke rumah sakit yang ada di tengah kabupaten mereka harus menempuh perjalanan jauh yang penuh dengan rintangan,” tuturnya.

Hertin berharap pemerintah kabupaten (Pemkab) Kubar tak menutup mata bahkan acuh tak acuh terhadap infrastruktur yang sangat dibutuhkan masyarakat Kubar.

“Masyarakat sudah jenuh dengan banyaknya proyek di Kubar yang tak jelas penyelesaian pembangunannya hingga kini. Apalagi ada satu proyek multiyears yang sudah selesai pembangunannya 90 persen, tapi tidak juga difungsikan yakni gedung Gereja Christian Center (Kristen Center) di Kampung Belempung Ulaq, Kecamatan Barong Tongkok,” pungkasnya. (bdp/ob1/ef)

Artikel ini telah dibaca 412 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Malam Puncak Bulan Bung Karno di Kukar, Edi-Rendi Nikmati Tahu Tek-tek dan Bakso

2 Juli 2024 - 11:21 WIB

Masuk Bursa Calon Jaksa Agung RI, Didi Tasidi Ziarah ke Makam Sultan Kutai

15 Juni 2024 - 10:49 WIB

Teks foto : Didi Tasidi saat ziarah di Makam Sultan Kutai (angga/okeborneo.com)

Gelar Diskusi Pendidikan di Samarinda. Hetifah : Kompetensi Guru Itu Hulu Dari Proses Pembelajaran

20 Mei 2024 - 20:18 WIB

Mahakam Run 2024 : Explore the Beauty of East Borneo, Gagasan Hetifah Siap Kembali Digelar Tahun ini

9 Mei 2024 - 14:09 WIB

Hetifah Tegaskan Dorong Pelibatan Masyarakat dalam Event Pariwisata di Kukar

25 Maret 2024 - 20:35 WIB

Hetifah

IM3 Hadirkan Kampanye Nyatakan Silaturahmi dengan Freedom Internet dan Pasar Ramadan IM3 di Samarinda

14 Maret 2024 - 21:47 WIB

Trending di Sosial