Menu ✖

Mode Gelap

Home · 20 Agu 2026 14:29 WITA

Karhutla Picu Kabut Asap hingga Tenggarong, Pemkab Kukar Perkuat Koordinasi Penanganan


 Karhutla Picu Kabut Asap hingga Tenggarong, Pemkab Kukar Perkuat Koordinasi Penanganan Perbesar

Teks Foto: Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri (Angga/okeborneo.com)

okeborneo.com,KUTAI KARTANEGARA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah kecamatan di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mulai berdampak pada munculnya kabut asap hingga wilayah Tenggarong, terutama pada sore hari.

Bupati Kukar Aulia Rahman Basri mengatakan, pemerintah daerah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kukar terus melakukan pemantauan dan penanganan terhadap titik api yang terdeteksi.

Menurutnya, BPBD Kukar berkoordinasi dengan instansi terkait, termasuk pihak kehutanan, BPBD Provinsi Kalimantan Timur, dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“Untuk penanganan karhutla, BPBD Kutai Kartanegara selalu berkoordinasi dengan teman-teman dari kehutanan dan BNPB untuk mengidentifikasi titik-titik api yang menyebabkan asap dan kebakaran,” kata Aulia.

Setelah titik api teridentifikasi, pemerintah daerah kemudian menentukan metode penanganan sesuai dengan kondisi dan akses menuju lokasi.

Aulia menjelaskan, salah satu metode yang dilakukan adalah pemadaman secara langsung apabila titik api masih dapat dijangkau dengan fasilitas yang dimiliki Pemkab Kukar.

Namun, kemampuan pemerintah daerah masih terbatas pada penanganan secara langsung. Sementara untuk penanganan yang membutuhkan dukungan sarana seperti helikopter, Pemkab Kukar belum memiliki fasilitas tersebut.

“Kalau sudah menggunakan fasilitas seperti helikopter dan lain sebagainya, kita belum ada fasilitas untuk itu. Makanya kami berkoordinasi dengan BPBD Provinsi dan BNPB bagaimana ini bisa tertangani,” ujarnya.

Meski jumlah titik api di Kukar disebut tidak sebanyak daerah lainnya, Aulia menegaskan dampak kabut asap terhadap kesehatan tetap menjadi perhatian pemerintah.

“Kondisi yang menyebabkan kerentanan terhadap kesehatan itu tetap harus diperhatikan,” katanya.

Menurut Aulia, kondisi tersebut juga menjadi salah satu pertimbangan Pemkab Kukar dalam meniadakan sementara pawai pembangunan di Tenggarong.

Selain mempertimbangkan kondisi cuaca yang panas, pemerintah juga mengantisipasi dampak kabut asap terhadap kesehatan, khususnya sistem pernapasan anak-anak.

“Selain teriknya matahari, panasnya matahari, itu juga kondisi alam seperti asap ini. Kita khawatir nanti mengganggu sistem pernapasan anak-anak,” pungkasnya.(atr)

Artikel ini telah dibaca 39 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Brida Kukar Tekankan Kelengkapan Dokumen Inovasi OPD, Jadi Penentu Penilaian Indeks Daerah

24 Oktober 2026 - 19:40 WITA

Dorong Kemandirian Ekonomi, Pemkab Kukar Minta Hak Konsesi Pertambangan dan Alokasi Gas ke Pusat

24 Oktober 2026 - 19:38 WITA

Tingkatkan Perekonomian Daerah, Pemkab Kukar Bawa TPID Raih Juara Kalimantan 4 Tahun Beruntun dan Gulirkan Kredit Kukar Idaman

24 Oktober 2026 - 19:35 WITA

Karhutla di Kukar, Aulia Koordinasi dengan BNPB Minta Bantuan Helikopter

23 Oktober 2026 - 20:55 WITA

Aulia Rahman Basri Tegaskan Gerakan Etam Mengaji Berlanjut, Kukar Bidik Juara Umum MTQ Kaltim

23 Oktober 2026 - 20:52 WITA

Pejabat Administrator dan Pengawas Kukar Dilantik, Diminta Perkuat Kinerja dan Inovasi

23 Oktober 2026 - 20:50 WITA

Trending di Advertorial