Menu

Mode Gelap
Hadirnya Rumah Produksi Bersama Dinilai Bisa Mengangkat Harga Komoditas Jahe di Wilayah Jonggon Pemkab Kukar Pastikan Insentif RT Naik Tahun Ini DiskopUKM Kukar Gelar Sejumlah Pelatihan Bagi UMKM, Sasar di Kecamatan Majukan UMKM, IRMA Masjid Agung Sultan Sulaiman Dapat Apresiasi dari Bupati Kukar Dapat Bantuan Mesin Produksi Jahe, Pemkab Kukar Siap Fasilitasi Listrik, Air Hingga Lahan untuk Petani

Hukum - Kriminal · 28 Jan 2022 07:24 WIB

KMAKB Akan Jemput Edy Mulyadi untuk Disanksi Hukum Adat


 KMAKB Akan Jemput Edy Mulyadi untuk Disanksi Hukum Adat Perbesar

okeborneo.com, SAMARINDA – Ratusan orang yang tergabung dalam Komite Masyarakat Adat Kalimantan Bersatu (KMAKB) kembali menggelar aksi damai di depan kantor Gubernur Kalimantan Timur, Kamis (27/1/2022).

Massa mengecam atas pernyataan kontroversial terhadap masyarakat Kalimantan dan mengutuk keras atas pernyataan yang dilakukan oleh Edy Mulyadi dan rekan-rekannya. Mereka menuntut agar dihukum serta denda adat.

“Kami disini menuntut untuk Edy dan rekan-rekannya dihukum secara adat dan denda adat setelah itu di hukum positif sesuai dengan undang-undang yang berlaku,” tegas Koordinator KMAKB, Hebby Nurlan Arafat.

KMAKB memberikan tenggat waktu 2×24 jam untuk datang meminta maaf serta dilakukannya hukum dan denda adat, namun jika tidak datang langsung ke Kalimantan khususnya Kalimantan Timur untuk meminta maaf secara langsung, maka pihaknya akan menjemput sendiri Edy dan rekan-rekannya untuk dibawa ke Kaltim.

“Tapi, jika terhalang karena Edy dan rekan-rekannya dilindungi oleh pemerintah dan pihak kepolisian maka kami akan menutup dan menghentikan pasokan batubara keluar dari Kalimantan,” terangnya.

“Dan jika Edy Mulyadi Cs sudah datang dan meminta maaf, mungkin akan kami terima namun hukum dan denda adat tetap kita jalankan,” sambungnya.

Disinggung mengenai apakah aksi akan kembali digelar, Herby mengatakan mungkin aksi hanya sampai disini seraya menunggu kebijakan-kebijakan yang diambil pemerintah serta kepolisian.

“Tuntutan kami dalam petisi yang dibacakan tadi juga sudah termuat dalam laporan yang telah diserahkan kepada Polda Kaltim,” tandasnya.

Hebby menegaskan kembali, KMAKB akan terus mengawal kasus ini sampai tuntas dan pihaknya percayakan penuh kepada penegak hukum yakni pihak kepolisian untuk menyelesaikan kasus ini. (bdp/ob1/ef)

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Kejam, Enam Anak Laki-laki Usia Bawah Umur Menjadi Korban Pelecehan Seksual

7 Maret 2023 - 16:58 WIB

Kakek 72 Tahun di Samarinda Hamili Cucunya Sendiri

28 Februari 2023 - 18:40 WIB

Dua Spesialis Pencurian Berhasil di Ringkus Polsek Loa Kulu, Satu Orang Masih DPO

28 Februari 2023 - 12:18 WIB

Begini Kronologi Penganiayaan Anak Dibawah Umur di Kembang Janggut

27 Februari 2023 - 19:08 WIB

Hafizh di Samarinda ini Mengakui Perbuatannya, AF : hanya sebagai pelajaran untuk dia

24 Februari 2023 - 18:26 WIB

Seorang Hafizh Hajar Juniornya Hingga Meregang Nyawa dalam Ponpes di Samarinda

24 Februari 2023 - 18:21 WIB

Trending di Hukum - Kriminal