Menu

Mode Gelap

Hukum - Kriminal · 21 Sep 2021 20:35 WIB

Mahasiswa Kecam Tambang di Samping Kampus UINSI


 Mahasiswa Kecam Tambang di Samping Kampus UINSI Perbesar

okeborneo.com, SAMARINDA – Aktivitas tambang batubara ilegal di Kota Samarinda semakin merajalela, salah satunya tepat di samping Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda Jalan HAMM Rifadin Kelurahan Harapan Baru, Kecamatan Loa Janan Ilir.

Sebagai sikap protes terhadap aktivitas tersebut, Aliansi Fuad Bergerak yang merupakan mahasiswa gabungan dari berbagai fakultas UINSI menggelar aksi penolakan dan minta kepada pihak berwenang untuk mengusut tuntas kasus ini serta mengecam segala kerusakan ekologi akibat penambangan emas hitam yang yang berada tepat disisi gedung pesantren kampus dan di depan asrama putri, Selasa (21/9/2021).

Gubernur Mahasiswa Fuad UINSI, Windy Irwan Ady mengatakan jika aktivitas penambangan telah diketahuinya sejak dua pekan lalu.

“Kami observasi ke dalam, dan itu jaraknya sangat dekat kampus sekitar 50 meter, paling dekat dengan gedung pesantren kampus dan gedung asrama putri,” jelasnya.

“Mereka juga sudah ada mengangkut batubara yang dikeruk di dalam,” sambungnya.

Dijelaskannya dari data yang mereka himpun, aktivitas yang diduga ilegal tersebut telah berlangsung kurang lebih dua bulan.

“Aktivitas ini akan besar dampaknya untuk masyarakat pada umumnya dan perkuliahan mahasiswa UINSI pada khususnya, seperti longsor sudah terjadi sejak dua minggu lalu,” katanya.

Lebih lanjut diungkapkan saat mereka masuk ke area lahan tersebut terlihat adanya lubang bekas galian serta tumpukan batubara yang sempat mereka dokumentasikan. Atas aktivitas tersebut, lanjut Windy, Aliansi Fuad Bergerak meminta kepada rektor untuk mengambil sikap, terkait hal tersebut.

“Kami, Aliansi Fuad Bergerak beraksi agar mahasiswa yang lain tahu dan masyarakat luas juga tahu jika ada tambang ilegal disini. Kami akan terus menyuarakan ini, tidak hanya sampai disini tapi ini awal pergerakan dan terus berlanjut,” tandasnya

Sementara itu, Menurut Wakil Rektor UINSI Samarinda, Muhammad Abzar mengatakan baru mengetahui adanya aktivitas penambangan batu bara, diduga ilegal tersebut.

“Kami baru tahu juga ada aktivitas tambang,” singkatnya.

Dikatakannya informasi yang ia terima awalnya pematangan lahan dan itu disampaikan pihak rektor, yang berkoordinasi dengan salah satu pelaku kegiatan.

“Iya, sebelumnya sudah ada koordinasi ke rektor, mereka bilang pembukaan lahan untuk akses jalan ke belakang,” ungkapnya.

“Tetapi, kok ternyata ada aktivitas tambangnya, saya kaget juga dan baru tahu,” sambungnya.

Terkait dengan aktivitas diduga ilegal tersebut, ia mengaku akan melaporkan ke rektor terkait aktivitas tersebut.

“Pastinya laporan dulu ke pimpinan, baru kami kaji dulu, yang jelas pasti ada dampaknya, luapan air yang tidak semestinya. Kami tentu akan bertindak, dengan melihat sejauh mana dampak yang ditimbulkan akibat aktivitas ini,” jelasnya.

Ditambahkannya bahwa aktivitas tersebut berada di luar area kampus karena dibatasi dengan anak sungai. “Batasnya itu ya sungai, bukan gunung,” tutupnya. (bdp/ob1/ef)

Artikel ini telah dibaca 28 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Nyaris Lakukan Penyimpangan Seksual, Pemuda Asal Tenggarong Diamankan Polres Kukar

4 September 2023 - 15:47 WIB

Kelurahan Panji Terpilih Jadi Kampung Bebas Narkoba, Abdul Rasid : Harus Ada Peran Masyarakat Dalam Perangi Narkoba

31 Agustus 2023 - 17:19 WIB

Warga Batuah Dihebohkan Atas Penemuan Jasad Pria Tak Dikenal Dalam Keadaan Setengah Badan Terpendam Lumpur

19 Agustus 2023 - 13:34 WIB

Jalankan Instruksi Kapolri, Satlantas Kukar Terapkan Lintasan Baru Bagi Pengujian SIM C

8 Agustus 2023 - 16:08 WIB

Dorong Partisipasi Perempuan di Bidang Politik, DKP3A Kaltim- DP3A Kukar Berikan Advokasi

3 Agustus 2023 - 13:02 WIB

Tingkatkan Kapasitas Bagi Sineas Kalimantan Timur, Hetifah Gandeng Sinematografer dan Produser Kawakan Indonesia

24 Juli 2023 - 19:19 WIB

Trending di Ekonomi