Menu

Mode Gelap

Entertainment · 7 Agu 2026 15:17 WITA

Museum Mulawarman Jadi Kanvas Digital, Legenda Putri Karang Melenu Tampil lewat Video Mapping


Legenda Putri Karang Melenu diproyeksikan ke fasad Museum Negeri Mulawarman melalui pertunjukan video mapping di Tenggarong, Kamis (6/8/2026) malam. (Istimewa) Perbesar

Legenda Putri Karang Melenu diproyeksikan ke fasad Museum Negeri Mulawarman melalui pertunjukan video mapping di Tenggarong, Kamis (6/8/2026) malam. (Istimewa)

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Fasad Museum Negeri Mulawarman di Tenggarong berubah menjadi kanvas digital yang menampilkan legenda Putri Karang Melenu, Kamis (6/8/2026) malam. Pertunjukan video mapping tersebut memadukan animasi, cahaya, musik, dan efek suara untuk memperkenalkan cerita rakyat Kutai melalui medium yang lebih dekat dengan generasi digital.

Pengunjung memadati halaman museum untuk menyaksikan rangkaian visual yang diproyeksikan langsung ke bagian depan bangunan. Kontur fasad museum menjadi bagian dari pertunjukan, membawa penonton mengikuti alur kisah Putri Karang Melenu.

Kegiatan tersebut digelar tim MELUNARA Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) bekerja sama dengan UPTD Museum Negeri Mulawarman Provinsi Kalimantan Timur.

Pelaksana Tugas Kepala UPTD Museum Negeri Mulawarman Provinsi Kaltim, Sugiyono Ideal, mengatakan penggunaan teknologi digital dapat menjadi alternatif dalam mengenalkan sejarah dan kebudayaan kepada masyarakat, khususnya generasi muda.

Menurutnya, fungsi museum tidak terbatas sebagai tempat menyimpan dan merawat koleksi bersejarah. Museum juga dapat menjadi ruang pembelajaran yang berkembang mengikuti perubahan cara masyarakat memperoleh informasi.

“Pertunjukan video mapping ini menjadi inovasi dalam mengenalkan sejarah dan budaya lokal sehingga lebih mudah diterima oleh masyarakat, terutama generasi muda,” ujar Sugiyono.

Selama pertunjukan berlangsung, sejumlah pengunjung terlihat mengabadikan proyeksi visual menggunakan telepon seluler. Penyajian cerita melalui gambar bergerak dan tata suara memberikan pengalaman berbeda dibandingkan pembelajaran melalui koleksi maupun teks di ruang pamer.

Humas UPTD Museum Negeri Mulawarman Provinsi Kaltim, Mangir Anggoro Titiantoro, mengatakan kegiatan yang menggabungkan teknologi dan budaya dapat menjadi salah satu cara mendekatkan museum kepada masyarakat.

“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat memperkuat kecintaan masyarakat terhadap warisan budaya Kutai sekaligus menjadikan museum sebagai ruang belajar yang menyenangkan,” katanya.

Putri Karang Melenu merupakan tokoh dalam legenda dan tradisi tutur masyarakat Kutai. Kisahnya diwariskan lintas generasi dan menjadi bagian dari khazanah kebudayaan Kutai Kartanegara.

Melalui video mapping, cerita tersebut disajikan dalam format audio-visual tanpa menghilangkan kedudukannya sebagai warisan cerita rakyat. Penggunaan fasad museum sebagai media proyeksi juga mempertemukan bangunan bersejarah dengan teknologi pertunjukan digital.

Kolaborasi antara tim MELUNARA Unikarta dan Museum Negeri Mulawarman itu menunjukkan bahwa pengenalan budaya dapat dilakukan melalui beragam medium kreatif. Pendekatan tersebut diharapkan membuat cerita rakyat tetap dikenal dan dipelajari oleh generasi muda di tengah perubahan pola konsumsi informasi. (atr/bby)

Artikel ini telah dibaca 16 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Kabut Asap Menyelimuti Kota Raja, Warga Tenggarong Cemas Aktivitas dan Kesehatan Terganggu

30 Agustus 2026 - 18:51 WITA

Kemarau Panjang Bikin Air PDAM di Sanga-Sanga Mulai Asin, Warga Diminta Tak Konsumsi

28 Agustus 2026 - 16:32 WITA

Kemarau Berkepanjangan Ganggu Layanan Air Bersih, PDAM Kukar Siapkan Suplai Tangki untuk Warga

28 Agustus 2026 - 14:48 WITA

Kemarau Mulai Keringkan Sawah, Pemkab Kukar Usulkan Modifikasi Cuaca

27 Agustus 2026 - 15:27 WITA

Aulia Sambut Keterlibatan Rita dan Edi Benahi Fasilitas Publik Kukar

27 Agustus 2026 - 15:25 WITA

Aulia Rahman Basri Dorong Mahasiswa Baru Unikarta Aktif Berorganisasi, Bangun Leadership dan Jiwa Sosial

26 Agustus 2026 - 17:03 WITA

Trending di Pendidikan