Menu ✖

Mode Gelap

Advertorial · 5 Okt 2026 21:40 WITA

Pabrik Rumput Laut Muara Badak Belum Beroperasi, Kukar Siapkan Rp10 Miliar untuk Fasilitas Pendukung


Rumput Laut (ilustrasi) Perbesar

Rumput Laut (ilustrasi)

okeborneo.com,KUTAI KARTANEGARA– Pabrik pengolahan rumput laut di Kecamatan Muara Badak, Kutai Kartanegara (Kukar), belum dapat dioperasikan secara optimal karena masih membutuhkan penyelesaian sejumlah fasilitas pendukung. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar memperkirakan kebutuhan anggaran lanjutan mencapai sekitar Rp10 miliar.

Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kukar, Burhanuddin, mengatakan fasilitas utama pabrik sebenarnya telah tersedia. Mesin pengolahan juga sudah berada di lokasi dan telah menjalani uji coba.

Namun, sejumlah pekerjaan pendukung masih perlu diselesaikan sebelum fasilitas tersebut dapat digunakan untuk kegiatan produksi secara optimal. Salah satunya berkaitan dengan penyesuaian lantai bangunan agar sesuai dengan kebutuhan operasional pabrik.

“Kalau mau dioperasikan, mungkin berdasarkan hitungan teman-teman masih sekitar Rp10 miliar dengan fasilitas semua yang ada di sekitarnya,” ujar Burhanuddin, Minggu (4/10/2026).

Menurut Burhanuddin, kebutuhan anggaran tersebut tidak lagi berfokus pada pengadaan mesin utama. Anggaran lebih diarahkan untuk melengkapi sarana dan prasarana penunjang yang masih belum tuntas.

“Mesinnya sudah ada, tempatnya juga sudah ada di dalam. Cuma fasilitas penunjangnya masih membutuhkan,” jelasnya.

Penyelesaian proyek tersebut sebelumnya telah mendapat dukungan anggaran untuk pekerjaan fisik dan sejumlah fasilitas pendukung. Namun, kondisi keuangan negara dan kebijakan rasionalisasi anggaran membuat beberapa pekerjaan lanjutan belum dapat direalisasikan.

Meski demikian, Burhanuddin memastikan pengembangan fasilitas pengolahan rumput laut tersebut tetap menjadi perhatian Pemkab Kukar. Pemerintah daerah masih mengupayakan dukungan anggaran agar pembangunan dapat dilanjutkan.

“Cuma karena kondisi keuangan negara dan adanya rasionalisasi anggaran, beberapa kebutuhan lanjutan belum bisa direalisasikan,” katanya.

Keberadaan pabrik di Muara Badak diarahkan untuk memperkuat hilirisasi komoditas rumput laut yang diproduksi masyarakat Kukar. Pengolahan di daerah diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada penjualan bahan mentah sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas tersebut.

Burhanuddin mengatakan produk awal yang direncanakan dari fasilitas tersebut berupa tepung rumput laut. Setelah itu, produk tersebut diharapkan dapat dikembangkan menjadi berbagai produk turunan.

“Inisiasinya nanti dari tepung. Hasilnya tepung, kemudian direncanakan tepung itu dikembangkan menjadi turunan-turunan lainnya,” ungkapnya.

Rencana tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah membangun rantai pengolahan komoditas rumput laut dari hulu hingga hilir. Dengan adanya fasilitas pengolahan, hasil produksi masyarakat nantinya tidak hanya dipasarkan sebagai bahan baku, tetapi dapat diproses menjadi produk dengan nilai ekonomi lebih tinggi.

Burhanuddin berharap dukungan anggaran untuk melanjutkan pembangunan fasilitas pendukung dapat kembali tersedia pada 2027. Dengan begitu, pabrik yang telah memiliki bangunan dan mesin utama tersebut dapat segera diselesaikan dan dimanfaatkan.

“Pabriknya sudah ada, mesinnya sudah ada, tinggal dilanjutkan. Kami berharap tahun depan masih ada anggarannya lagi untuk penyelesaian,” tandasnya.(adv/diskomkukar/atr)

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Usai Tampil di Erau 2026, 350 Penari Terima Honor Rp1,4 Juta

5 Oktober 2026 - 21:22 WITA

HUT ke-81 TNI, Pemkab Kukar Perkuat Sinergi Bersama Jajaran TNI

5 Oktober 2026 - 21:19 WITA

Kebakaran Besar di Danau Aji Tenggarong, Puluhan Bangunan Dilaporkan Terbakar

5 Oktober 2026 - 21:17 WITA

KAHMI Kukar Perkuat Soliditas dan Sinergi Pembangunan di Milad ke-60

4 Oktober 2026 - 15:24 WITA

Arbizz Space Diluncurkan, Aulia Harap Jadi Pusat Aktivitas UMKM dan Rekreasi di Kukar

4 Oktober 2026 - 11:28 WITA

25.520 Kunjungan Diabetes di Puskesmas Kukar hingga September 2026, Dinkes Soroti Pola Konsumsi

3 Oktober 2026 - 20:46 WITA

Trending di Advertorial