Menu

Mode Gelap

Advertorial · 6 Nov 2023 15:13 WITA

Penerapan Sekolah Ramah Anak Jadi Upaya DP3A Tekan Kasus Bullying di Kukar


Penerapan Sekolah Ramah Anak Jadi Upaya DP3A  Tekan Kasus Bullying di Kukar Perbesar

Kepala DP3A Kukar, Bambang Arwanto (angga/okeborneo.com)

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA-Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus menggalakkan Sekolah Ramah Anak (SRA) di seluruh Kabupaten Kukar. Adapun tujuan digalakkannya Sekolah Ramah Anak bertujuan menciptakan lingkungan yang aman, sehat,dan menyenangkan bagi anak sekolah.

Adapun penerapan SRA ini tidak hanya bergantung kepada peran dari pihak guru dan sekolah saja, namun juga dari siswa, orang tua hingga masyarakat. Berdasarkan Panduan Sekolah Ramah Anak tahun 2015 yang diterbitkan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, definisi konsep sekolah ramah anak ialah bentuk pendidikan formal,nonformal,serta informal.

Dimana sekolah harus memiliki sifat aman,bersih,peduli,dan berbudaya lingkungan hidup, untuk menjamin,memenuhi,serta melindungi haka nak serta perlindungan anak sekilah dari segala bentuk diskriminasi dan kekerasan di bidang pendidikan.

Selain untuk melindungi,menjamin,serta memenuhi haka nak, sekolah ramah anak juga mendukung partisipasi anak, salah satunya dalam hal perencanaan, kebijakan,pembelajaran,pengawasan,serta mekanisme pengaduan yang berkaitan dengan pemenuhan hak dan perlindungannya di sekolah dan dunia pendidikan.

Kepala DP3A Kukar, Bambang Arwanto mengatakan penerapan sekolah ramak anak tidak hanya memberikan rasa aman kepada anak-anak. Namun juga dapat mengedukasi tentang bahayanya narkoba dan juga menghindari dari Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

“Saat ini kami terapkan standarisasi itu hampir di seluruh sekolah yang ada di Kukar,”ujar Bambang.

Setelah dilakukan standarisasi di sekolah, Bambang mengaku sampai dengan saat ini pihaknya tidak lagi mendengar adanya laporan kasus bullying. Ia menilai dengan dilakukannya standarisasi di sekolah dapat mencegah terjadinya kasus bullying yang kerap terjadi di sekolah seperti di daerah laiinya di Indonesia.

“Dulu pernah ada laporan , tapi sekarang sudah tidak ada (zero). Disisi lain kami juga terus melakukan sosialisasi terus ke sekolah-sekolah,”tutup Bambang. (adv/dprdkukar/atr)

Artikel ini telah dibaca 66 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Tingkiland Fest 2025 Gaungkan Musik Tingkilan ke Panggung Nasional

24 November 2025 - 11:38 WITA

Tingkiland Fest 2025

Bupati Aulia Pimpin Upacara HGN ke-80, Pemkab Kukar Tegaskan Komitmen Sejahterakan Guru

24 November 2025 - 11:34 WITA

Bupati Aulia pimpin upacara HGN ke-80

Dispar Kukar Sukses Gelar Enam Event Ekraf Sepanjang 2025

22 November 2025 - 14:45 WITA

event Ekraf Kukar

Taman Tanjong Jadi Pusat Hiburan Modern dalam Rancangan Ekraf 2026

22 November 2025 - 14:44 WITA

Taman Tanjong

Beasiswa ASN Kukar Diperluas, Fokus pada Kenaikan Jenjang Pendidikan

22 November 2025 - 14:42 WITA

beasiswa ASN Kukar

Ribuan Pekerja Sektor Riil Kukar Masuk Program Perlindungan Baru

22 November 2025 - 14:40 WITA

perlindungan pekerja sektor riil Kukar
Trending di Advertorial