Menu ✖

Mode Gelap

Pos-pos Terbaru · 29 Jun 2026 15:36 WITA

Sisa Makanan di Kukar 34,58 Persen, Hetifah Dorong Sistem Pangan Cerdas


 Sisa Makanan di Kukar 34,58 Persen, Hetifah Dorong Sistem Pangan Cerdas Perbesar

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Kutai Kartanegara didorong mengembangkan sistem pangan cerdas untuk menekan kehilangan dan pemborosan pangan. Isu tersebut menjadi pembahasan dalam Workshop Sistem Pangan Cerdas bertema “Solusi Mengatasi Food Loss dan Food Waste” di Pendopo Wakil Bupati Kukar, Kamis, 26 Juni 2026.

Kegiatan itu difasilitasi Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional atau BRIN serta Universitas Kutai Kartanegara. Workshop dihadiri perwakilan BRIDA Kukar, pengelola TPS3R, mahasiswa, pemerintah desa, PKK, Bappeda, dinas pertanian, dinas lingkungan hidup, akademisi, media, dan masyarakat.

Dalam paparannya, Hetifah menilai Indonesia masih menghadapi persoalan kehilangan dan pemborosan pangan di berbagai tahapan rantai pasok. Di sisi lain, masih ada masyarakat yang belum memperoleh akses pangan bergizi secara memadai.

Menurut Hetifah, kondisi tersebut menunjukkan bahwa peningkatan produksi pangan harus diikuti pengelolaan yang lebih efisien agar hasil produksi tidak terbuang dan dapat dimanfaatkan secara optimal.

Ia menyebut Kukar memiliki prasyarat kuat untuk mengembangkan sistem pangan cerdas. Selain menjadi salah satu lumbung pangan di Kalimantan Timur, Kukar memiliki potensi di sektor pertanian, perikanan, dan peternakan. Daerah ini juga berperan sebagai salah satu penyangga Ibu Kota Nusantara.

Karena itu, peningkatan nilai tambah produk pangan lokal dinilai perlu berjalan seiring dengan upaya menekan kehilangan hasil produksi dan pemborosan pangan.

Peneliti Senior BRIN, Dr. Teguh, menjelaskan food loss dan food waste merupakan dua bentuk kehilangan pangan yang terjadi pada tahapan berbeda. Food loss terjadi sebelum pangan sampai kepada konsumen, misalnya akibat penanganan pascapanen, penyimpanan, transportasi, atau proses pengolahan yang belum optimal.

Sementara itu, food waste terjadi ketika pangan yang sudah tersedia untuk dikonsumsi tidak dimanfaatkan dan akhirnya dibuang oleh konsumen.

Menurut Teguh, kehilangan dan pemborosan pangan tidak hanya mengurangi ketersediaan pangan, tetapi juga berdampak terhadap lingkungan, sosial, dan ekonomi. Karena itu, pengurangannya perlu dilakukan melalui sistem pangan cerdas yang bertumpu pada produksi cerdas, distribusi cerdas, dan konsumsi cerdas.

Dalam kesempatan yang sama, Prof. Dr. Ir. Ince Raden, M.P., memaparkan data komposisi sampah di sepuluh kabupaten dan kota di Kaltim sepanjang Januari hingga Desember 2025. Dari data yang dipaparkan, Kukar mencatat proporsi sisa makanan sebesar 34,58 persen.

Angka tersebut disebut sebagai yang terendah dibandingkan kabupaten dan kota lain di Kalimantan Timur. Namun, Ince menegaskan sisa makanan tetap menjadi salah satu komponen utama timbulan sampah rumah tangga.

Menurutnya, perilaku konsumsi yang tidak disesuaikan dengan kebutuhan menjadi salah satu faktor yang membuat pangan berakhir sebagai sampah. Karena itu, pengurangan pemborosan pangan membutuhkan perubahan perilaku masyarakat dalam merencanakan, mengolah, dan mengonsumsi makanan secara lebih bijak.

Hetifah menutup kegiatan dengan menekankan empat pendekatan strategis. Keempatnya meliputi pengurangan timbulan sampah sejak dari sumber, penerapan prinsip ekonomi sirkular, pemanfaatan teknologi dan inovasi, serta peningkatan partisipasi masyarakat.

Workshop tersebut diharapkan menjadi ruang kolaborasi awal untuk memperkuat pengelolaan pangan dan sampah makanan di Kukar, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan pangan dan peran daerah sebagai penyangga IKN. (*)

Artikel ini telah dibaca 28 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Aulia Basri Tekankan Pentingnya Jaminan Sosial bagi Profesi Wartawan

2 November 2026 - 12:25 WITA

Dispora Kukar Bekali Pengusaha Muda Kemampuan Digital, Dorong Usaha Lokal Naik Kelas

31 Oktober 2026 - 18:00 WITA

Aulia Pastikan Bonus Atlet Kukar Minimal Setara Periode Sebelumnya, Siap Samakan dengan Daerah Tertinggi

31 Oktober 2026 - 17:59 WITA

Lepas 2.503 Kontingen, Aulia Targetkan Kukar Juara Umum di Lima Ajang Olahraga Kaltim 2026

31 Oktober 2026 - 17:57 WITA

Tak Cukup Terangi Pusat Desa, Pemkab Kukar Sasar Permukiman Terpencil Lewat PLTS Komunal

30 Oktober 2026 - 21:26 WITA

Aulia Ingin Kekayaan Alam Kukar Beri Manfaat Lebih Besar bagi Daerah

30 Oktober 2026 - 20:48 WITA

Trending di Advertorial