okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Jumlah pengangguran di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) sepanjang Januari-September 2026 tercatat mencapai 3.164 orang. Angka tersebut meningkat dibandingkan jumlah pengangguran sepanjang 2025 yang berada di kisaran 2.500 orang.
Kepala Dinas Transmigrasi dan Ketenagakerjaan (Distransnaker) Kukar, Dendy Irawan Fahriza, mengatakan peningkatan tersebut sebagian besar dipengaruhi pemutusan hubungan kerja (PHK) di sektor pertambangan batu bara.
Dari total 3.164 orang pengangguran yang tercatat hingga September 2026, sebanyak 3.058 orang atau sekitar 97 persen merupakan korban PHK dari sektor pertambangan batu bara.
“Ada 97 persen dari jumlah pengangguran tahun ini atau sekitar 3.058 orang korban pemutusan hubungan kerja dari sektor pertambangan batu bara akibat pemangkasan produksi batu bara melalui kebijakan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB),” kata Dendy, Senin (5/10/2026).
Menghadapi kondisi tersebut, pemerintah mendorong peningkatan kompetensi bagi masyarakat yang terdampak PHK. Salah satu langkah yang disiapkan yakni program pelatihan keterampilan melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker).
Program tersebut diarahkan agar korban PHK memiliki keterampilan baru sehingga dapat kembali memasuki dunia kerja maupun mengembangkan usaha secara mandiri.
Terdapat 16 jenis pelatihan yang dapat dipilih peserta. Di antaranya perawatan AC, pembuatan kue, perawatan rem dan roda sepeda motor, menggambar ilustrasi, menjahit, desain komponen mesin hingga pengelolaan surat elektronik.
Pelatihan akan dilaksanakan di BPKI Samarinda pada 20-23 Oktober 2026. Peserta yang dinyatakan mengikuti program akan memperoleh uang saku, makan siang dan sertifikat pelatihan.
Namun, program tersebut tidak menyediakan fasilitas tempat tinggal atau boarding bagi peserta. Dendy menyebut uang saku yang diterima dapat dimanfaatkan peserta untuk memenuhi kebutuhan selama mengikuti pelatihan di Samarinda.
“Bagi peserta yang berdomisili di wilayah yang masih memungkinkan untuk pulang-pergi, opsi tersebut juga dapat dipilih dengan tetap memperhatikan kondisi dan keselamatan selama perjalanan,” jelasnya.
Menurut Dendy, pelatihan tidak hanya ditujukan untuk menciptakan tenaga kerja baru, tetapi juga mendorong peserta agar mampu menjadi pelaku usaha. Dengan demikian, keterampilan yang diperoleh diharapkan tidak berhenti pada kemampuan bekerja, tetapi dapat berkembang menjadi sumber penghasilan baru.
Ia mencontohkan pelatihan pemeliharaan AC. Setelah mengikuti pelatihan, peserta dapat mencari pekerjaan di bidang tersebut atau membuka jasa pemeliharaan AC secara mandiri.
“Dengan bekal itu, dia bisa untuk dirinya sendiri membuka usaha pemeliharaan AC hingga akhirnya membuka peluang untuk orang lain,” terangnya.
Pendaftaran program pelatihan dijadwalkan berlangsung pada 25 September hingga 7 Oktober 2026. Peserta selanjutnya mengikuti wawancara pada 12-13 Oktober, pengumuman peserta pada 14 Oktober, dan daftar ulang pada 15 Oktober.
Dendy menegaskan calon peserta wajib memiliki akun Kukar Siap Kerja untuk mengikuti program tersebut. Ia berharap berbagai program pelatihan yang dihadirkan pemerintah dapat membantu mengurangi jumlah pengangguran sekaligus membuka peluang kerja baru di Kukar.
“Itulah mengapa kementerian banyak menghadirkan program-program karena bertujuan untuk mengurai angka pengangguran,” tandasnya.(adv/diskomkukar/atr)










