okeborneo.com,KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) bersama TNI menggelar program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 di Desa Jembayan Tengah, Kecamatan Loa Kulu. Program ini menyasar pembangunan infrastruktur desa, termasuk peningkatan jalan usaha tani sepanjang lebih dari dua kilometer untuk mendukung produktivitas pertanian.
Bupati Kukar Aulia Rahman Basri mengatakan, TMMD merupakan bentuk sinergi pemerintah daerah dengan TNI, Polri, dan pemangku kepentingan lainnya untuk mempercepat pembangunan, khususnya di wilayah pedesaan.
“Pertama, pembangunan jalan usaha tani sepanjang 2.180 meter atau sekitar dua kilometer. Kedua, ada kegiatan rehabilitasi rumah tidak layak huni agar menjadi rumah layak huni, pembangunan MCK, serta penanaman sebanyak 3.000 pohon,” kata Aulia.
Menurutnya, pembangunan jalan usaha tani tersebut diperkirakan memberikan manfaat bagi sekitar 100 hektare lahan pertanian. Keberadaan akses jalan yang memadai diharapkan dapat mempermudah aktivitas petani, menekan biaya produksi, serta meningkatkan nilai tukar dan kesejahteraan petani.
Selain pembangunan fisik, TMMD ke-130 juga mencakup kegiatan nonfisik berupa penyuluhan dan pelayanan kepada masyarakat, termasuk pengobatan gratis.
Aulia mengapresiasi pelaksanaan program tersebut dan berharap kolaborasi antara pemerintah daerah dan TNI dapat terus berlanjut. Ia menyebut, sinergi tersebut diharapkan mampu memperluas manfaat pembangunan bagi masyarakat Kukar.
Sementara itu, Komandan Kodim (Dandim) Kukar Letkol Arm Benny Budiman menjelaskan, TMMD merupakan program lintas sektoral yang melibatkan TNI dan pemerintah daerah untuk mempercepat pembangunan di wilayah pedesaan.
Di Desa Jembayan Tengah, sasaran fisik program meliputi peningkatan jalan usaha tani sepanjang 2.180 meter menggunakan agregat B lokal, pembangunan lima unit MCK, renovasi lima rumah tidak layak huni, serta renovasi satu musala.
Program tersebut juga mencakup pembangunan gorong-gorong dan lima jembatan kayu. Selain itu, disiapkan pembangunan lima titik sumur bor untuk mendukung kebutuhan air, termasuk pengairan lahan pertanian.
“Untuk pelaksanaan di sini, TNI melibatkan 150 prajurit dari berbagai satuan. Ada juga personel dari Angkatan Laut dan Angkatan Udara yang didatangkan dari Balikpapan,” ujar Benny.
Menurut Benny, Desa Jembayan Tengah dipilih berdasarkan usulan perencanaan pembangunan yang telah diajukan sejak 2025 melalui musyawarah perencanaan pembangunan desa. Lokasi tersebut dinilai strategis karena menjadi salah satu penghubung menuju kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) dan memiliki kebutuhan pembangunan di sektor pertanian.
Adapun sasaran nonfisik TMMD meliputi penyuluhan kesehatan, wawasan kebangsaan, pencegahan radikalisme, dan pencegahan stunting. Kegiatan tambahan lainnya berupa santunan anak yatim dan pengobatan gratis massal.
Seluruh rangkaian kegiatan TMMD ke-130 di Desa Jembayan Tengah ditargetkan rampung pada 11 November 2026.(adv/diskomkukar/atr)










