Menu ✖

Mode Gelap

Advertorial · 5 Okt 2026 21:22 WITA

Usai Tampil di Erau 2026, 350 Penari Terima Honor Rp1,4 Juta


Penari Erau Foto bersama dengan Kepala Disdikbud Kukar (istimewa) Perbesar

Penari Erau Foto bersama dengan Kepala Disdikbud Kukar (istimewa)

okeborneo.com,KUTAI KARTANEGARA – Sebanyak 350 penari yang terlibat dalam pertunjukan tari massal Penjaga Tahta di Tepian Mahakam pada Erau Adat Kutai 2026 menerima honor pada Jumat (2/10/2026). Masing-masing penari memperoleh Rp1,4 juta setelah menyelesaikan rangkaian latihan hingga pementasan.

Pembayaran honor tersebut menjadi bagian dari apresiasi terhadap ratusan penari yang terlibat dalam salah satu pertunjukan kolosal pada rangkaian Erau 2026. Para penari sebelumnya menjalani proses persiapan dan latihan sebelum tampil dalam pembukaan Erau pada 20 September 2026.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara (Kukar), Heriansyah, mengatakan keterlibatan seniman dalam kegiatan kebudayaan perlu memberikan manfaat yang lebih luas. Menurutnya, kegiatan seperti Erau dapat menjadi salah satu ruang bagi pelaku seni untuk mengembangkan kemampuan sekaligus memperoleh penghasilan.

“Ini tidak hanya sekadar tampil. Kegiatan ini harus menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan para pelaku seni,” kata Heriansyah usai memberikan pengarahan kepada para penari di Stadion Rondong Demang, Tenggarong, Jumat sore.

Heriansyah menilai keberlangsungan ekosistem seni dan budaya membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Pemerintah, masyarakat, budayawan, pelaku usaha, tokoh masyarakat hingga para pelaku seni dinilai memiliki peran masing-masing dalam menjaga sekaligus mengembangkan kebudayaan daerah.

Ia pun meminta para penari menjadikan pengalaman tampil dalam Erau sebagai bekal untuk terlibat dalam kegiatan seni lainnya. Menurutnya, pengalaman tersebut tidak berhenti setelah pertunjukan berakhir, tetapi dapat menjadi bagian dari perjalanan mereka sebagai pelaku seni.

“Banggalah adik-adikku seluruhnya yang telah berkontribusi, meluangkan waktunya, menyiapkan tenaganya dan berkonsentrasi selama proses latihan maupun saat penampilan,” ujarnya.

Disdikbud Kukar, lanjut Heriansyah, akan terus memberikan perhatian terhadap pengembangan pelaku seni dan budaya. Hal tersebut menjadi bagian dari program kebudayaan yang dikaitkan dengan visi dan misi Kukar Idaman.

Meski demikian, ia menyebut keberlanjutan sejumlah program pada 2027 masih akan menyesuaikan kemampuan keuangan daerah. Ia berharap kondisi fiskal daerah membaik sehingga pemerintah dapat menyediakan lebih banyak ruang bagi seniman untuk berkarya.

“Kita sama-sama berdoa, mudah-mudahan tahun 2027 kondisi keuangan kita membaik,” katanya.

Menurut Heriansyah, semakin banyak ruang pertunjukan yang tersedia akan membuka peluang bagi pelaku seni untuk memperoleh penghasilan melalui karya mereka. Pemerintah juga tengah melihat peluang pengembangan kebudayaan Kutai melalui rencana pembangunan pusat budaya Kutai di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Ia menyebut keberadaan pusat budaya tersebut nantinya berpotensi membuka kesempatan bagi seniman asal Kukar untuk terlibat dalam berbagai kegiatan kebudayaan.

“Tidak menutup kemungkinan adik-adik kalian nanti akan berkontribusi di sana,” ujarnya.

Sementara itu, Pimpinan Produksi Tari Massal Erau 2026, Misra Budiarto Ax, mengatakan produksi Penjaga Tahta di Tepian Mahakam menjadi pengalaman khusus bagi dirinya. Ia kembali terlibat dalam produksi tari massal Erau setelah sekitar 23 tahun.

Misra menyebut produksi Erau terakhir yang ditanganinya berlangsung pada 2003. Keterlibatannya kembali pada Erau 2026 sekaligus mempertemukannya dengan penari, pelatih dan pendukung produksi dari berbagai latar belakang kebudayaan.

Menurutnya, sejumlah komunitas turut memberikan kontribusi dalam proses produksi, termasuk unsur dari masyarakat Dayak Modang, Dayak Kenyah dan Dayak Benua.

Keberagaman unsur tersebut dinilai memperkaya proses kreatif pertunjukan yang mengangkat kebudayaan di Kalimantan Timur. Misra juga mengapresiasi respons masyarakat terhadap pementasan yang ditampilkan pada pembukaan Erau.

“Tidak ada yang negatif. Di media sosial semua positif untuk Penjaga Tahta di Tepian Mahakam,” tuturnya.

Misra turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh penari yang mengikuti proses latihan hingga pementasan. Menurutnya, kerja keras ratusan penari menjadi bagian penting dalam menyukseskan pertunjukan tari massal Erau 2026.

Pemerintah Kabupaten Kukar dan Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura juga menyampaikan penghargaan kepada seluruh unsur yang terlibat dalam produksi, mulai dari pimpinan produksi, koreografer, pelatih, komposer, tim pendukung hingga para penari.(adv/diskomkukar/atr)

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pabrik Rumput Laut Muara Badak Belum Beroperasi, Kukar Siapkan Rp10 Miliar untuk Fasilitas Pendukung

5 Oktober 2026 - 21:40 WITA

HUT ke-81 TNI, Pemkab Kukar Perkuat Sinergi Bersama Jajaran TNI

5 Oktober 2026 - 21:19 WITA

Kebakaran Besar di Danau Aji Tenggarong, Puluhan Bangunan Dilaporkan Terbakar

5 Oktober 2026 - 21:17 WITA

KAHMI Kukar Perkuat Soliditas dan Sinergi Pembangunan di Milad ke-60

4 Oktober 2026 - 15:24 WITA

Arbizz Space Diluncurkan, Aulia Harap Jadi Pusat Aktivitas UMKM dan Rekreasi di Kukar

4 Oktober 2026 - 11:28 WITA

25.520 Kunjungan Diabetes di Puskesmas Kukar hingga September 2026, Dinkes Soroti Pola Konsumsi

3 Oktober 2026 - 20:46 WITA

Trending di Advertorial