okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah dan Wakil Bupati Rendi Solihin terus memberikan perhatian yang besar kepada pondok pesantren yang ada di wilayah Kabupaten Kukar untuk terus berkembang.
Melalui program dedikasi Kukar Idaman yakni Kukar Berkah yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2021-2026. Di tahun 2023 ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) murni dan perubahan pihaknya telah menyiapkan anggaran Rp 2,7 miliar untuk dana hibah bagi 27 pondok pesantren.
Nantinya dana hibah tersebut akan digunakan oleh pengurus pondok pesantren untuk pengembangan dan peningkatan kualitas sarana dan prasarana pesantren. Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Sekretariat Kabupaten Kukar (Setkab Kukar) Dendy Irwan Fahriza, Senin (24/7/2023).
Kata dia, syarat agar dapat menerima dana hibah dari Pemkab Kukar yaitu harus terdaftar dan mendapatkan izin resmi dari Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI). ” jadi wajib ketika ingin difasilitasi Pemkab Kukar maka Pondok Pesantren harus punya izin. Dan izin ini hanya dikeluarkan oleh Kemenag RI, “ujarnya.
Sampai dengan saat ini, diperkirakan sudah ada sekitar 54 ponpes yang telah mendapatkan izin dari Kemenag. Dan untuk tahun 2022 lalu, pihaknya mengaku telah menyerahkan dana hibah kepada 16 ponpes yang tersebar di wilayah Kukar. Untuk masing-masing ponpes telah menerima dana hibah sebesar Rp 100 juta rupiah.
“Tahun ini (2023), targetnya ada 10 ponpes yang teranggarkan di APBD Murni 2023, di APBDP rencana ada 17 ponpes yang akan diberikan bantuan dana hibah, jadi total Insya Allah akan ada 27 ponpes dari target 50 ponpes untuk 5 tahun,” ucapnya.
Lebih lanjut, dengan adanya dana hibah menurutnya akan bisa meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) unggul, berakhlak mulia dan berbudaya. Selain itu, program ini pun juga berhubungan dengan berbagai program dedikasi lainnya diantaranya beasiswa kukar idaman dan Gerakan Etam Mengaji (GEMA)/rehabilitasi rumah ibadah sebagai implementasi dari misi kedua yaitu meningkatkan Pembangunan Sumber Daya Manusia Yang Berakhlak Mulia, Unggul dan Berbudaya
“Karena dengan dibantu seperti itu proses belajar mengajar akan berjalan dengan lancar, dengan diberikannya beasiswa akan membantu anak-anak Kukar dalam bersekolah dan untuk mewujudkan generasi emas kukar.
Dengan bantuan hibah untuk program Rehabilitasi rumah ibadah itu akan memberikan tempat ibadah yang representatif, sehingga memberikan kenyamanan pada umat untuk beribadah dan memberikan kenyamanan tempat yang representative untuk penyelenggaraan acara keagamaan, “kata dia.
Maka dari itu, Dendy berharap agar pelaksanaan program ini tidak terjadi hambatan. Sehingga semuanya bisa terealisasikan dengan maksimal. Ia juga menargetkan program tersebut akan rampung pada tahun 2024 dengan menyerahkan dana hibah bagi 50 ponpes di Kukar.
“Jika 50 ponpes sudah selesai, di Tahun 2025 kita bisa memberikan hibah kepada Ponpes yang sudah dapat di tahun 2022 dan 2023. Karena hibah tidak boleh terus menerus, ” tutupnya. (adv/prokom/atr)








