Rapat paripurna DPRD Kukar dalam rangka peringatan HUT ke-241 Tenggarong. (angga/okeborneo.com)
okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA– Dalam rangka memperingati hari jadi Kota Raja ke -241 ini. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menggelar rapat paripurna untuk mendengarkan pidato Bupati Kukar.
Adapun tema yang diangkat pada sidang paripurna yaitu “HUT Kota Tenggarong Ke-241 Kita Bangun Semangat IKN Nusantara Menjaga Adat Tradisi Budaya Menuju Kukar Idaman”. Dalam acara itupun pejabat daerah diwajibkan menggunakan pakain khas Kutai yaitu Takwo, Miskat dan Beskap.
Pada pidato yang dibacakan Bupati Kukar Edi Damansyah. HUT ini menjadi momentum Kota Raja untuk terus berbenah menjadi pusat peradaban Kukar, khususnya menyongsong Ibu Kota Nusantara (IKN). Untuk itu, berbagai proyek strategis telah dipersiapkan seiring dengan meningkatnya APBD.
Diantaranya , kawasan Jembatan Kutai Kartanegara, Landmark Kota Tenggarong, Gedung Ekonomi Kreatif, Pasar Semi Modern Tangga Arung, perluasan jalan-jalan utama Tenggarong hingga perbaikan dan revosioning Pulau Kumala.
“Semoga dengan proyek strategis Pemkab Kukar ini dapat membuat kodrat Tenggarong berbenah. Karena tentunya sebagai ibukota Kukar, infrasruktur maupun SDM kita harus ditata dengan benar. Supaya Kukar bisa lebih maju kedepannya,”ucap etua DPRD Kukar Abdul Rasid, Rabu (27/9/2023).
Dengan tema yang menyangkut IKN. Rasid berharap warisan budaya yang dimiliki Kukar dapat lebih dikenal masyarakat luar. Bahwasanya, Kukar adalah kabupaten di IKN yang kaya akan nilai seni dan budaya leluhur dari kerajaan pertama di Indonesia.
“Ini agar mereka mengerti bahwa budaya Kukar ini sangat luar biasa. Mulai dari kesultanan, dibanding kabipaten kota Kaltim kita yang spesial. Karena kita memiliki sejarah budaya yang panjang sejak dahulu negara kita belum berdiri. Oleh karena itu, melalui HUT ini kita lestarikan adat dan istiadat kita,” pungkas Rasid. (adv/dprdkukar/atr)








