okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Pariwisata (Dispar) terus berkomitmen dalam menjaga seni budaya dan tradisi di daerah Kukar. Sekaligus mewadahi komunitas, pelaku seni dan budayawan dalam menunjukkan karya-karyanya. Hal tersebut diwujudkan lewat sejumlah program bagi pengembangan dan pemberdayaan masyarakat daerah. Salah satunya program Kutai Kartanegara Kaya Festival (K3F).
Kepala Dispar Kukar, Slamet Hadiraharjo, mengatakan, berbagai event telah diselenggarakan dari tahun 2021 hingga 2026 . Didalam program dedikasi Bupati dan Wakil Bupati Kukar ada 100 festival selama lima tahun.
Pertahunnya itu ada 20 event festival. “Tapi kenyataannya setahun di dalam kalender saat ini sudah 50 event yang terdaftar,” ujar Slamet.
Dari 50 event saat ini telah masuk dalam progres dan sudah 10 event yang sudah dilaksanakan. Dalam waktu dekat akan ada Etam Festival dan Festival Pesisir di Kecamatan Samboja, Pekan Kreatif di Muara Badak, dan daerah lainnya.
Lebih lanjut, Slamet mengaku saat ini ia telah menerima instruksi dari kepala daerah (Edi Damansyah) agar bisa menambah anggaran untuk program Kutai Kartanegara Kaya Festival (K3F) di Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Perubahan.
“Bupati berkeinginan agar anggaran tersebut ditambah untuk penguatan program K3F, ” sebutnya.
Tentunya dengan adanya K3F menjadi indikator dalam peningkatan ekonomi seperti pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Selain itu, juga bisa berdampak kepada jumlah kunjungan wisatawan ke daerah Kukar.
“Harapan kami dengan adanya event itu bisa jumlah menambah wisatawan, supaya homestay atau hotel-hotel dan UMKM dapat menerima dampak positif dari adanya program itu, ” pungkas Slamet. (adv/prokom/atr)








