okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) terus berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik terhadap masyarakat, salah satunya dengan menggaungkan program penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (Pamsimas). Di tahun 2023 ini, pihaknya bakal menargetkan 66 unit pamsimas yang bakal dibangun diberbagai desa di Kukar.
Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Kepala Bidang (Kabid) Penyehatan Lingkungan , Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kukar, Supriadi Agus. Terhitung sejak tahun 2022 pihaknya menjalankan program tersebut dengan sangat sungguh-sungguh.
“ Dalam proses Pembangunan pamsimas , nantinya setiap desa bakal menerima anggaran sebesar Rp 400 Juta,” ujarnya.
Sedangkan untuk tahun 2022, sudah ada beberapa desa yang mulai teraliri air bersih. Diantaranya Desa Jembayan dan Desa Loa Kulu di Kecamatan Loa Kulu, Desa Lamin Telihan di Kecamatan Kenohan, Desa Kelakat di Kecamatan Kembang Janggut hingga Desa Batuq di Kecamatan Muara Muntai. Dan untuk di tahun ini (2023) pembangunan pamsimas akan terbagi di 66 titik di 20 kecamatan Kukar.
“Pembangunan itu secara teknis meliputi tempat penampungan air,pipa filterisasi dan pompa air. Kemudian pendistribusian itu akan melalui pipa menuju lokasi pemukiman warga.” Ujarnya.
Diungkapkan Supriadi, terkadang dalam Pembangunan pamsimas sering terdapat kendala salah satunya ialah kendala suplai listrik yang tidak merata. Sehingga menyebabkan pamsimas tidak dapat berfungsi dengan baik. Maka dari itu, mulai dari tahun ini pihaknya tidak hanya membangun pamsimas saja namun juga bakal menyediakan generator atau sel surya. Hal itu akan diprioritaskan kepada desa yang belum memiliki pasokan listrik secara penuh.
“kami akan lakukan Pembangunan sesuai kondisi desa tersebut apabila desa itu belum memiliki aliran secara penuh maka akan kami sediakan generator,” tutupnya. (advprokomkukar/atr)








