Menu

Mode Gelap

Advertorial · 11 Okt 2023 13:55 WITA

Berkat Adanya Bank Sampah, Kelurahan Maluhu Rubah Sampah Jadi Nilai Ekonomis Tinggi


Berkat Adanya Bank Sampah, Kelurahan Maluhu Rubah Sampah Jadi Nilai Ekonomis Tinggi Perbesar

Bank Sampah Al-Hidayah di RT 4 Kelurahan Maluhu. (Istimewa)

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA– Permasalahan sampah rumah tangga selalu menjadi momok setiap daerah di Indonesia lainnya. Banyak setiap daerah terus melakukan terobosan baru agar dapat mengurangi polusi sampah, hal inilah turut dilakukan oleh Kelurahan Maluhu, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dengan membuat Bank Sampah yang dikelola oleh RT04. Selain menjaga lingkungan, sampah yang setiap harinya dihasilkan warga dapat bermanfaat sebagai nilai ekonomis.

Bagaimana tidak, bank sampah ini dapat menyulap sampah warga menjadi barang yang bernilai ekonomis tinggi. Diantaranya kerajinan hingga pupuk kompos. Pemanfaatan sampah ini menghasilkan nilai ekonomis. Yang sepenuhnya disedekahkan untuk Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) langgar sekitar Maluhu. Hingga menjadi pupuk kelompok tani setempat.

“Saya inginnya keberadaan Bank Sampah itu ada di tiap RT. Sehingga warga dapat ikut membenahi pengelolaan sampah dan menjadikannya bermanfaat,” terang Lurah Maluhu Tri Joko Kuncoro, Rabu (11/10/2023).

Dikatakannya pencanangan bank sampah ini terus digalakkan. Terhitung telah terbentuk tiga, yakni di RT 4, 3 dan 23. Dalam pengelolaannya, Joko menerapkan sistem sederhana kepada warga. Yaitu dengan memberikan karung ke setiap warga. Yang nantinya akan diisi sampah-sampah bermanfaat seperti plastik hingga dedaunan.

“Ini dikumpulkan jadi satu kemudian nanti akan diambil bank sampah tiap seminggu sekali. Semua yang terkumpul pengelolaannya dibuat kerajinan, dan biasanya dijual. Dan hasilnya diserahkan ke TPQ langgar. Jadi dari warga untuk warga,” ujarnya.

Terpisah, Sugiarto selaku Direktur Bank Sampah Al-Hidayah. Menjelaskan tujuan dibentuknya bank sampah ini adalah keinginan bersama pihak kelurahan dan warga untuk menjaga lingkungan. Melalui tekad mewujudkan lingkungan yang bersih bagi warga. Lurah bersama RT dan warga memutuskan untuk membentuk bank sampah ini.

“Jadi modal awalnya adalah memberikan karung ke warga. Baru kita kasih pengertian bahwa sampah organik dan non organik itu dipisahkan. Nanti kami ambil dan manfaatkan semua. Alhamdulillah sampah itu tidak terbuang,” jelasnya.

Dalam bank sampah ini, Sugiarto menyebut pihaknya belum ada menggunakan sampah residu. Namun masih fokus terhadap pemanfaatan sampah organik dan non organik. Dalam mengembangkan bank sampah ini, dirinya bersama warga yang ikut membantu tidak memiliki bekal sama sekali terkait pemanfaatan sampah.

Namun, secara otodidak melalui pembelajaran di internet. Pertemuan dan diskusi rutin. Sugiarto dan warga yang ikut membantu di bank sampah terus belajar membuat kerajinan dan kompos. Tentunya, tidak lepas dari dukungan penuh Lurah dan Ketua RT. Meski umurnya masih delapan bulan, Sugiarto terus komitmen membangun semangat warga untuk peduli terhadap sampah.

“Alhamdulillah sekarang kami lengkapi administrasi untuk lomba seperti Penilaian Adipura tahun ini,” imbuhnya.

Di Bank Sampah Al-Hidayah ini, berbagai bentuk karya telah dihasilkan dari pemanfaatan sampah. Mulai dari tas dari sampah plastik, eco brick hingga pupuk kompos. Penyaluran manfaatnya juga beragam. Seperti penjualan kerajinan sampah, hasilnya akan didonasikan ke TPQ langgar sekitar Maluhu. Adapun pupuk kompos yang dibuat dari sampah-sampah dedaunan warga.

Dedaunan ini nantinya akan dikumpulkan dan diolah dengan air beras menjadi pupuk kompos. Proses pembuatannya sendiri memakan waktu dua bulan. Dan setelah menjadi pupuk, maka akan diserahkan ke kelompok wanita tani. Untuk menjadi pupuk mereka dalam menanam sayuran. Sugiarto turut berharap semua upaya ini mendapat dorongan dari pemerintah kabupaten.

“Harapannya kedepan kami minta dukungan Pemkab Kukar. Karena saat ini fasilitas kami sangat terbatas, tetapi semangat kami besar. Gerobak kami untuk mengangkut sampah saja dari warga. Untuk itu kami minta bantuan dan dukungan dari Pemkab Kukar seperti alat transportasi,” tutupnya. (adv/diskominfokukar/atr)

Artikel ini telah dibaca 32 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Tingkiland Fest 2025 Gaungkan Musik Tingkilan ke Panggung Nasional

24 November 2025 - 11:38 WITA

Tingkiland Fest 2025

Bupati Aulia Pimpin Upacara HGN ke-80, Pemkab Kukar Tegaskan Komitmen Sejahterakan Guru

24 November 2025 - 11:34 WITA

Bupati Aulia pimpin upacara HGN ke-80

Dispar Kukar Sukses Gelar Enam Event Ekraf Sepanjang 2025

22 November 2025 - 14:45 WITA

event Ekraf Kukar

Taman Tanjong Jadi Pusat Hiburan Modern dalam Rancangan Ekraf 2026

22 November 2025 - 14:44 WITA

Taman Tanjong

Beasiswa ASN Kukar Diperluas, Fokus pada Kenaikan Jenjang Pendidikan

22 November 2025 - 14:42 WITA

beasiswa ASN Kukar

Ribuan Pekerja Sektor Riil Kukar Masuk Program Perlindungan Baru

22 November 2025 - 14:40 WITA

perlindungan pekerja sektor riil Kukar
Trending di Advertorial