Ilustrasi (istimewa)
okeborneo.com,KUTAI KARTANEGARA-Pemutakhiran data terus dilakukan oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) dalam rangka persiapan menyambut Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2024. Pemutakhiran tersebut difokuskan pada data-data warga yang telah dinyatakan meninggal dunia secara administrasi namun di Kartu Keluarga (KK) masih terdaftar sebagai Daftar Pemilih Tetap (DPT).
Kadisdukcapil Kukar, Muhammad Iryanto menjelaskan bahwa pemutakhiran data sudah dilaksanakan sejak akhir tahun. Adapun pembersihan data yang sudah dinyatakan meningga dunia dinilai sangat penting. Mengingat, hal itu bakal menjadi salah satu faktor utama terjadinya golput. Maka dari itu, Disdukcapil terus lakukan pemutakhiran data terbaru.
“Kita kerja sama dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kukar untuk mendapatkan data hasil Coklit. Dan kemarin di bulan April 2023 jumlahnya 7.889 orang. Dan saat ini kami sudah bersihkan nama yang sudah meninggal sekitar 8.000 hingga 10.000 orang. Dan data ini terus bergerak hingga di Pemilu nanti,” ujar Iryanto, Sabtu (4/11/2023).
Untuk pemutakhiran data ini, Disdukcapil juga telah memverifikasi ulang. Sehingga dapat membantu pembangunan demokrasi di Indonesia. Langkah ini diawali dengan menekan angka golput. Ia juga mengungkapkan pemutakhiran data ini sesuai perintah Bupati untuk terlibat dalam program pembangunan daerah.
“Ini kerja keras kami terlibat dalam pembangunan demokrasi sejak awal tahun,” tegas Iryanto. (adv/diskominfokukar/atr)








