Camat Tenggarong Seberang Tego Yuwono (Istimewa)
okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA- Setelah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) ditetapkan sebagai kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN). Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar menetapkan dua desa di Kecamatan Tenggarong Seberang sebagai lokus pengembangan pertanian terintegrasi dengan konsep ekosistem.
Adpun lokasi tepatnya yakni di Desa Karang Tunggal dan Bukit Pariaman. Dalam pengembangannya, Pemkab Kukar melakukan Kerjasama dengan Universitas Gajah Mada (UGM). Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Camat Tenggarong Seberang Tego Yuwono.
“Kita ini dulu merupakan lumbung pangan, namun seiring waktu banyak bersinggungan dengan tambang batu bara. Jadi tinggal kita mengisikan dan mencari titik air yang menjadi kelemahan kita. Kalau kita bisa menemukan spot-spot air nanti bisa kita balikan swasembada pangan di Kecamatan Tenggarong Seberang,” jelas Tego.
Setelah ditetapkannya dua desa, Pemkab Kukar juga terus menyalurkan bantuan terhadap kelompok tani. Seperti alsintan traktor mini guna mematangkan lahan. Tego berharap sinergisitas ini terus terjalin. Sehingga tidak hanya secara produktivitas didorong. Namun juga jalan usaha tani semakin banyak dibangun.
“Jadi tidak hanya sawahnya yang kita benahi tapi infrastruktur menuju sawah juga kita perbaiki peralatan juga sudah kita sediakan, pupuknya, dan saprodi juga kita akan sediakan,” pungkas Tego. (adv/diskominfokukar/atr)








