TENGGARONG – Kesetaraan dan keadilan gender (KKG) antara perempuan dan laki-laki merupakan tujuan yang ingin dicapai oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kutai Kartanegara (Kukar). Salah satu strateginya adalah dengan mendorong pengarusutamaan gender (PUG) di berbagai bidang kehidupan dan sektor pembangunan.
Menurut Kepala bidang PUG, PP, PSDGA DP3A Kukar, Chalimatus Sa’diah, gender adalah konstruksi sosial yang mencerminkan perbedaan peran, status, tanggung jawab, fungsi perilaku antara perempuan dan laki-laki. Peran gender terdiri dari tiga aspek, yaitu peran produktif, peran reproduktif, dan peran sosial.
“Peran produktif berhubungan dengan aspek ekonomi, peran reproduktif berhubungan dengan aspek sumber daya manusia, peran sosial berhubungan dengan aspek kemasyarakatan dan sosial. Ketiga aspek ini menjadi kebutuhan gender yang harus dipenuhi oleh pemerintah, masyarakat, dan individu,” kata Chalimatus, Senin (4/12/2023).
Chalimatus menambahkan, masih banyak ketidakadilan gender yang dialami oleh perempuan, seperti stereotip, beban ganda, marginalisasi, subordinasi, dan kekerasan. Oleh karena itu, PUG menjadi penting untuk melindungi hak-hak perempuan dan memberdayakan potensi mereka dalam pembangunan.
“PUG adalah proses yang memasukkan pengalaman, aspirasi, kebutuhan, dan permasalahan perempuan ke dalam seluruh kebijakan dan program pembangunan. PUG mengacu pada impres no 9 tahun 2000 tentang pengarusutamaan gender dalam pembangunan nasional. Ada empat manfaat dari PUG, yaitu akses, partisipasi, kontrol, dan manfaat yang sama antara perempuan dan laki-laki,” jelasnya.
Untuk mewujudkan PUG, Chalimatus menyebutkan ada tujuh prasyarat yang harus dipenuhi, yaitu komitmen, kebijakan, sumber daya, kelembagaan, data, metode, dan peran masyarakat. Ia berharap, dengan PUG, perempuan dapat memiliki kesempatan yang sama dengan laki-laki dalam berbagai aspek kehidupan dan pembangunan.
“Kami berharap, PUG dapat menjadi salah satu solusi untuk mengatasi permasalahan gender di Kukar. Kami juga mengajak semua pihak untuk mendukung dan berpartisipasi dalam PUG, agar tercipta kesetaraan dan keadilan gender di daerah ini,” tutupnya. (Adv)








