Menu ✖

Mode Gelap

Advertorial · 12 Des 2023 16:53 WITA

Camat Tenggarong Seberang Upayakan Penanganan Stunting dan Kemiskinan


Camat Tenggarong Seberang Upayakan Penanganan Stunting dan Kemiskinan Perbesar

TENGGARONG – Pemerintah Kecamatan Tenggarong Seberang terus berupaya menangani masalah stunting dan kemiskinan yang masih menjadi tantangan di wilayahnya. Camat Tenggarong Seberang, Tego Yuwono, mengambil beberapa langkah strategis untuk menekan angka stunting dan kemiskinan di 18 desa yang ada di kecamatan tersebut.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah membangun komitmen bersama dengan para kepala desa untuk bersinergi dalam mewujudkan visi Kukar Idaman, yaitu masyarakat Kukar yang sejahtera dan berbahagia. Selain itu, camat juga melibatkan OPD terkait, seperti Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial, untuk menangani stunting dan kemiskinan secara langsung.

“Untuk mengurangi stunting dan kemiskinan kita perlu membangun komitmen dengan kawan-kawan Kades. Kita harus bersama-sama mengawal program-program pemerintah yang berkaitan dengan stunting dan kemiskinan,” ujar Tego Yuwono, Jumat (1/12/2023).

Menurutnya, penanganan stunting tidak hanya berkaitan dengan kemiskinan, tetapi juga dengan pola asuh dan pola makan yang baik bagi ibu dan anak. Oleh karena itu, ia mengharapkan adanya sinergitas antara Puskesmas dan Posyandu yang ada di setiap desa untuk melakukan identifikasi, pencegahan, dan penanganan stunting.

“Kita punya dua Puskesmas yang menjadi fokus kita, yaitu Puskesmas Teluk Dalam dan Puskesmas Separi. Beberapa pekan lalu, kita sudah melakukan loka karya mini bersama Puskesmas dan desa-desa yang menjadi prioritas penanganan stunting. Kita juga mengaktifkan Posyandu untuk melakukan vaksinasi dan pemberian vitamin bagi ibu dan anak,” jelasnya.

Ia berharap, dengan langkah-langkah yang diambil, angka stunting dan kemiskinan di Kecamatan Tenggarong Seberang dapat menurun secara signifikan. Ia juga mengimbau kepada orang tua untuk rutin memeriksa kesehatan dan gizi anak melalui Posyandu setempat.

“Harapannya Puskesmas dan Posyandu ini nantinya bisa mengidentifikasi perkembangan stunting pada ibu dan anak. Dengan begitu, kita mengetahui kisi-kisi stunting dan bisa melakukan intervensi yang tepat,” pungkasnya.

Stunting adalah kondisi di mana pertumbuhan anak terhambat akibat kurangnya asupan gizi. Stunting dapat berdampak buruk pada perkembangan fisik dan mental anak. Oleh karena itu, pencegahan stunting menjadi salah satu tugas penting dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kukar, Dinas Kesehatan, dan dinas terkait lainnya. (Adv)

Artikel ini telah dibaca 135 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Tekan Dampak PHK, Pemkab Kukar Dorong Peningkatan Kompetensi Pencari Kerja

6 Oktober 2026 - 22:25 WITA

Kebakaran 75 Bangunan, DPRD Kukar Dorong Jaringan Hidran di Permukiman Padat

6 Oktober 2026 - 16:56 WITA

DPRD Kukar Evaluasi Fasilitas Pencegahan Kebakaran Usai 75 Bangunan Terbakar

6 Oktober 2026 - 16:54 WITA

Mitigasi Pascakebakaran, Pemkab Kukar Petakan Akses Jalan dan Titik Hidran

6 Oktober 2026 - 16:51 WITA

Pemkab Kukar Pastikan Korban Kebakaran Jalan Alimudin Dapat Penanganan

6 Oktober 2026 - 16:47 WITA

Pabrik Rumput Laut Muara Badak Belum Beroperasi, Kukar Siapkan Rp10 Miliar untuk Fasilitas Pendukung

5 Oktober 2026 - 21:40 WITA

Trending di Advertorial