Ilustrasi Festival Ramadhan
okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Menjelang Puasa Ramadhan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Pariwisata (Dispar) bakal membuat rangkain event festival selama bulan suci Ramadhan.
Rencananya Festival Ramadhan tersebut bakal berlangsung di Halaman Parkir Masjid Agung Tenggarong selama satu bulan penuh.
Dijelaskan oleh Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dispar Kukar, Triyatma, saat ini pihaknya bakal melakukan koordinasi dengan pengelola Masjid Agung Tenggarong untuk bekerjasama dalam menjalankan program tersebut.
“Kemarin kami juga sudah rapat nanti, Festival Ramadhan dilaksanakan satu bulan penuh mulai tanggal 11 Maret -10 April,” kata Triyatma, Kamis (7/3/2024) kemarin.
Adapun kegiatan yang diperlombakan akan sama seperti tahun sebelumnya. Seperti lomba anak soleh. “Lomba anak soleh itu nanti adalah lomba keaktifan terhadap anak-anak Tenggarong dan sekitarnya yang melaksankan ibadah di Masjid Agung mulai dari shalat dzuhur, magrib, subuh isya dan trawih, nanti akan ditandai , disediakan kolom laporan atau catatanya. Jadi siapa-siapa imamnya catat mereka. Nanti yang paling rajin akan mendapat hadiah,” tuturnya.
“Untuk lomba anak soleh yaitu anak usia SD, dan lomba-lomba itu semua anggaran di Masjid Agung digelar malam hari, kami menyediakan dua panggung, panggung kecil dijalan panjaitan untuk sore hari, dan panggung utamanya didepan Masjid Agung untuk malam hari,” sambungnya.
Lebih lanjut, ia mengatakan dalam pelaksanaan Festival Ramadhan pihaknya bakal melibatkan pelaku UMKM untuk mengisi stan booth yang telah disiapkan oleh panitia.
“Jadi yang biasa berjualan jajanan di jalan S Parman, Panjaitan itu nanti disana menjadi satu titik, nanti ada jalan kuliner dan juga nanti ada gate masuk. Nanti nanti dijalan Panjaitanya juga ada gerbang, jadi nanti sepanjang jalan itu, disitulah semua jadi pusat kuliner,” kata.
Selain itu, dengan adanya Festival Ramadhan tidak hanya mengenalkan kuliner khas Kukar saja namun juga menjadi wadah untuk syiar Islam, dan itu juga bakal berdampak terhadap perputaran ekonomi kerakyatan.
“Jadi festival tidak hanya budaya kita imbangi dengan festival keagamaan selain itu untuk memberdayakan masyarakat, dengan festival nanti masyarakat bisa berjualan meningkatkan pengasilan untuk meningkatkan perekonomian mereka, “tutupnya. (adv/disparkukar/atr)








