okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Dalam upaya menekan angka kekerasan terhadap anak, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) telah menggelar sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap anak di Kecamatan Tabang dan Kembang Janggut.
Kegiatan ini menargetkan anak-anak sebagai audiens utama, dengan tujuan memberikan pemahaman langsung mengenai pentingnya pencegahan kekerasan, termasuk bullying.
Dalam sosialisasi tersebut, anak-anak diberikan berbagai materi terkait kekerasan, termasuk bullying, kekerasan fisik, dan kekerasan verbal. Pendekatan langsung kepada anak-anak diharapkan dapat memberikan dampak yang lebih efektif dalam menanamkan kesadaran akan pentingnya lingkungan yang aman dan bebas dari kekerasan.
Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Khusus Anak DP3A Kukar, Marhaini menjelaskan bahwa sosialisasi ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk melindungi anak-anak dari berbagai bentuk kekerasan yang masih sering terjadi di masyarakat.
“Kami ingin memastikan bahwa anak-anak memahami berbagai bentuk kekerasan yang dapat mereka alami, serta langkah-langkah yang dapat diambil untuk mencegahnya,” ujarnya.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap anak-anak tidak hanya mengenali tanda-tanda kekerasan, tetapi juga memiliki keberanian untuk melaporkan jika mereka atau teman-temannya mengalami atau menyaksikan tindakan kekerasan,” tambahnya.
Ia mengungkapkan kegiatan ini mendapat respons positif dari masyarakat setempat, terutama para orang tua yang merasa terbantu dengan adanya sosialisasi ini. Mereka berharap agar kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara rutin, sehingga anak-anak mereka selalu mendapatkan informasi terbaru mengenai pencegahan kekerasan.
DP3A Kukar berencana untuk melanjutkan sosialisasi ini ke kecamatan-kecamatan lainnya di Kukar, sebagai bagian dari upaya berkelanjutan untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman dan ramah anak di seluruh wilayah Kabupaten Kukar. (adv/dp3akukar/atr/ob1/ef)








