Menu

Mode Gelap

DP3A Kutai Kartanegara · 11 Sep 2024 12:29 WITA

Sekda Kukar Tekankan Pentingnya Penganggaran Responsif Gender dalam Perencanaan Tahun 2024


Teks foto  : Suasana Pendampingan Penyusunan Matrik Gender Analysis Pathway (GAP) dan Gender Budget Statement (GBS) Perangkat Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara, di Hotel Horison Ultima Bandara Balikpapan. Perbesar

Teks foto : Suasana Pendampingan Penyusunan Matrik Gender Analysis Pathway (GAP) dan Gender Budget Statement (GBS) Perangkat Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara, di Hotel Horison Ultima Bandara Balikpapan.

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Sekretaris Daerah (Sekda) Kutai Kartanegara, Sunggono, menekankan pentingnya perencanaan anggaran yang responsif gender sebagai upaya untuk memastikan seluruh kelompok masyarakat mendapatkan manfaat yang adil dari kebijakan dan program pemerintah.

Hal tersebut ia ungkapkan pada saat Pendampingan Penyusunan Matrik Gender Analysis Pathway (GAP) dan Gender Budget Statement (GBS) Perangkat Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara, di Hotel Horison Ultima Bandara Balikpapan, Balikpapan, Rabu (11/9/2024).

Dalam kegiatan yang dihadiri oleh perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) se-Kabupaten Kukar, Sunggono menyampaikan bahwa pendekatan penganggaran yang sensitif terhadap gender adalah kebutuhan nyata, khususnya di wilayah dengan keberagaman sosial dan budaya seperti Kukar.

“Perencanaan anggaran yang responsif gender bukan hanya sebuah konsep, tetapi merupakan kebutuhan nyata untuk memastikan bahwa semua kelompok masyarakat, tanpa terkecuali, mendapatkan manfaat yang seimbang dari kebijakan dan program pemerintah,” ujar Sunggono.

Mengacu pada data Badan Pusat Statistik (BPS) Kukar tahun 2023, Sunggono menyebutkan bahwa terdapat perbedaan signifikan dalam akses terhadap berbagai layanan dan peluang antara pria dan wanita di Kukar. Salah satu contohnya adalah tingkat partisipasi perempuan dalam angkatan kerja yang hanya mencapai 45%, dibandingkan dengan 65% untuk laki-laki.

Selain itu, angka kematian ibu melahirkan di Kukar masih lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata nasional, menunjukkan adanya kebutuhan mendesak untuk intervensi di sektor kesehatan yang lebih responsif terhadap gender.

Dalam upaya mengatasi kesenjangan ini, penggunaan alat analisis seperti Gender Analysis Pathway (GAP) dan Gender Budgeting System (GBS) dinilai sangat penting. Melalui analisis GAP, pemerintah dapat mengidentifikasi dan memahami kesenjangan gender yang ada dalam akses, partisipasi, maupun manfaat dari berbagai program pemerintah. Sunggono menekankan bahwa analisis ini bisa mengungkap hambatan yang dihadapi perempuan dalam mengakses pendidikan atau layanan kesehatan di daerah tertentu.

“Dengan analisis GAP, kita bisa melihat kesenjangan akses yang dihadapi perempuan, misalnya dalam pendidikan atau kesehatan, dan dengan demikian, kita bisa membuat perencanaan anggaran yang lebih responsif dan efektif,” tambah Sunggono.

Lebih lanjut, Sekda Kukar menjelaskan bahwa Gender Budgeting System (GBS) dapat membantu pemerintah dalam mengalokasikan sumber daya secara adil dengan mempertimbangkan perspektif gender. Data pilah gender, yang mencakup informasi tentang partisipasi dan kebutuhan spesifik pria dan wanita, menjadi elemen kunci dalam proses ini. Contohnya, jika data menunjukkan bahwa perempuan di pedesaan memerlukan program pendidikan keterampilan, hal ini harus diprioritaskan dalam perencanaan anggaran.

Di akhir sambutannya, Sunggono mendorong seluruh OPD di Kabupaten Kukar untuk segera menyusun Perencanaan Penganggaran Responsif Gender (PPRG) pada tahun 2024, sesuai dengan target indikator kinerja utama pemerintah daerah. Ia juga meminta para narasumber untuk mendampingi OPD dalam proses penyusunan ini agar tanggung jawab tersebut dapat diselesaikan dengan baik.

“Dengan komitmen dan kerja keras kita, serta dukungan data dan analisis yang kuat, kita bisa memastikan bahwa setiap program dan kebijakan yang diambil dapat menjawab kebutuhan semua kelompok masyarakat secara adil,” pungkasnya.

Kegiatan ini diharapkan akan memperkuat kesadaran seluruh OPD tentang pentingnya penganggaran yang responsif gender, sehingga dapat memberikan dampak nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Kutai Kartanegara. (adv/dp3akukar/atr/ob1/ef)

Artikel ini telah dibaca 53 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

DP3A Kukar Gelar Jambore Anak sebagai Apresiasi dan Persiapan Agen Perubahan Masa Depan

28 Oktober 2024 - 13:24 WITA

DP3A Yakin Bisa Wujudkan Pembangunan Berbasis Data Gender dan Anak di Kukar

28 Oktober 2024 - 11:58 WITA

DP3A Kukar Gelar Rapat Koordinasi Data Terpilah Gender dan Anak untuk Wujudkan Pembangunan Responsif Gender

28 Oktober 2024 - 11:57 WITA

DP3A Kukar Gelar Rapat Koordinasi Data Terpilah Gender dan Anak Tahun 2024

28 Oktober 2024 - 11:55 WITA

DP3A Kukar Gelar Program Pencegahan Kekerasan, Penelantaran, dan Eksploitasi Anak

26 Oktober 2024 - 15:12 WITA

DP3A Kukar Perkuat Jaringan Desa untuk Pencegahan Kekerasan terhadap Anak dan Perempuan

26 Oktober 2024 - 15:01 WITA

Trending di DP3A Kutai Kartanegara