Menu ✖

Mode Gelap

Kalimantan Timur · 10 Apr 2025 01:36 WITA

Momen Haru di Akhir Debat Publik, Tiga Pasangan Calon Bupati Kukar Tunjukkan Persatuan Lewat Lagu “Bagimu Negeri”


 Momen Haru di Akhir Debat Publik, Tiga Pasangan Calon Bupati Kukar Tunjukkan Persatuan Lewat Lagu “Bagimu Negeri” Perbesar

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Usai debat publik yang digelar pasca putusan Mahkamah Konstitusi, suasana penuh ketegangan berubah menjadi momen haru dan penuh makna. Tiga pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Kutai Kartanegara, yakni Aulia Rahman Basri – Rendi Solihin (nomor urut 1), Awang Yacoub Luthman – Ahmad Zais (nomor urut 2), serta Dendi Suryadi – Alif Turiadi (nomor urut 3), menunjukkan sikap kedewasaan politik dengan saling berjabat tangan di atas panggung.

Tak hanya berjabat tangan, ketiga pasangan tersebut juga menyanyikan lagu kebangsaan “Bagimu Negeri” bersama-sama. Momen ini pun disambut hangat oleh para pendukung, menjadi simbol bahwa meskipun berbeda pilihan dan program, ketiga pasangan memiliki tujuan yang sama: membangun Kutai Kartanegara yang lebih baik dan menyejahterakan masyarakatnya.

Tindakan ini menjadi sinyal positif bahwa kompetisi politik tidak harus memecah belah, melainkan bisa menjadi ajang adu gagasan dengan semangat persatuan. Semoga semangat ini terus terjaga hingga hari pemilihan, dan menjadi contoh demokrasi yang sehat di Kukar.

Selain itu, momen kebersamaan ini juga menjadi penyejuk di tengah dinamika politik yang belakangan memanas. Di tengah sorotan tajam masyarakat terhadap setiap langkah para kandidat, aksi saling menggenggam tangan dan menyanyikan lagu nasional menjadi bukti bahwa nilai-nilai persatuan dan nasionalisme tetap dijunjung tinggi di Kabupaten Kukar.

Dengan berakhirnya debat publik ini, masyarakat Kutai Kartanegara kini menanti langkah nyata dan konsistensi dari para kandidat dalam mewujudkan janji-janji kampanye mereka. Namun satu hal yang kini sudah pasti, kontestasi politik di Kukar telah memberi pelajaran penting, bahwa di atas semua perbedaan, ada satu tanah air yang harus dijaga bersama.

Debat ditutup dengan tepuk tangan meriah dari para pendukung yang menyaksikan langsung maupun melalui siaran daring. Harapan pun menguat bahwa pemilihan kepala daerah kali ini bisa menjadi momentum lahirnya pemimpin yang tidak hanya cakap, tapi juga memiliki jiwa persatuan yang kuat.(atr/ob1/ef)

Artikel ini telah dibaca 57 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pemkab Kukar Siapkan Dana RT untuk Perkuat Sistem Air di Kawasan Rawan Kebakaran

8 Oktober 2026 - 13:41 WITA

25.520 Kunjungan Diabetes di Puskesmas Kukar hingga September 2026, Dinkes Soroti Pola Konsumsi

3 Oktober 2026 - 20:46 WITA

Plasma 294 Hektare Belum Terbangun, Koperasi Sungai Payang Tagih Kewajiban PT Niaga Mas Gemilang

1 Oktober 2026 - 19:38 WITA

DLHK Kukar Bidik Retribusi Sampah Rp400 Juta, Skema Pembayaran Lewat PDAM dan PBB Dikaji

1 Oktober 2026 - 13:20 WITA

Kelangkaan BBM di Kukar, Komisi II DPRD Minta Pertamina Tambah Kuota Pasokan

1 Oktober 2026 - 13:14 WITA

Aulia: APBD Perubahan 2026 Kukar Turun Rp100 Miliar, Angka Rp7,9 Triliun Termasuk Penataan Pinjaman

30 September 2026 - 23:45 WITA

Trending di Advertorial