okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA—Di bawah rindangnya perkebunan sawit Desa Sidomukti, puluhan warga berkumpul di balai desa. Suasana hangat penuh keakraban mengiringi kehadiran Anggota DPRD Kutai Kartanegara (Kukar), Muhammad Idham, yang datang dalam agenda Reses Tahap III Masa Sidang I Tahun 2025, Kamis (6/11/2025).
Bagi sebagian warga, momen reses bukan hanya pertemuan formal antara wakil rakyat dan masyarakat. Lebih dari itu, ia menjadi ruang untuk meluapkan harapan—tentang kebun yang tak lagi produktif, jalan desa yang mulai rusak, hingga pelayanan dasar yang masih serba terbatas.
“Ini tempat kami menyampaikan keluh kesah sekaligus harapan,” ujar salah satu warga yang tampak antusias menunggu giliran berbicara.
Dari Bibit Sawit Hingga Layanan Kesehatan
Dalam dialog itu, berbagai usulan mengalir deras. Sebagian besar warga menginginkan dukungan untuk sektor perkebunan yang menjadi urat nadi ekonomi desa. Permintaan bibit sawit unggul, ketersediaan pupuk, hingga akses pelatihan budidaya menjadi suara yang paling banyak diutarakan.
Tak hanya soal kebun, warga Sidomukti juga menyinggung masalah infrastruktur desa yang butuh perbaikan serta pelayanan kesehatan yang dinilai masih perlu ditingkatkan.
“Berbagai macam usulan disampaikan masyarakat, mulai dari kebutuhan bibit sawit sampai sarana pelayanan dasar,” kata Idham kepada KutaiRaya.
Idham Siap Mengawal Aspirasi Dapil II
Dengan penuh keseriusan, Idham mencatat satu per satu aspirasi yang muncul. Politisi dari Daerah Pemilihan (Dapil) II—yang meliputi Muara Kaman, Sebulu, dan Tenggarong Seberang—itu menegaskan komitmennya untuk mengawal setiap masukan yang disampaikan.
“Semua aspirasi ini akan kita bawa ke Sekretariat DPRD Kukar untuk dipertimbangkan dalam program pembangunan daerah,” ujarnya.
Idham mengaku akan memperjuangkan usulan warga agar tidak berhenti hanya sebagai catatan reses. Ia ingin suara masyarakat benar-benar mendapat ruang dalam kebijakan pembangunan.
“Kami siap memperjuangkan dan mengawal aspirasi masyarakat,” tegasnya.
Membangun Desa dari Akar Rumput
Dalam pandangan Idham, pembangunan daerah tidak bisa dilepaskan dari kebutuhan desa. Menurutnya, kesejahteraan hanya bisa terwujud jika pembangunan dilakukan dari akar rumput, melibatkan warga, dan menjawab kebutuhan nyata di lapangan.
“Kami berharap pembangunan daerah ini bisa tepat sasaran dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat,” tutupnya.
Di Desa Sidomukti, harapan kini menyala. Dari bibit sawit yang diimpikan hingga perbaikan jalan yang ditunggu, masyarakat berharap reses bukan sekadar seremonial—tetapi awal dari perubahan yang benar-benar menyentuh kehidupan mereka. (adv/dprdkukar/atr)








