okeborneo.com,KUTAI KARTANEGARA– Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kelurahan Pendingin, Kecamatan Sangasanga, Kutai Kartanegara (Kukar), dilaporkan semakin mendekati kawasan permukiman. Kondisi tersebut membuat kabut asap meningkat dan sedikitnya empat rukun tetangga (RT) berpotensi terdampak.
Ketua Karang Taruna Kecamatan Sangasanga, Taufik, mengatakan kondisi di lapangan saat ini sudah cukup mengkhawatirkan. Titik api disebut berada hanya beberapa ratus meter dari permukiman warga.
“Kondisinya sudah darurat asap karena titik api sudah dekat dengan permukiman,” ujar Taufik, Selasa (18/8/2026).
Menurutnya, luas lahan yang terbakar hingga kini telah mencapai puluhan hektare. Jarak titik api yang semakin dekat dengan rumah warga juga menyebabkan kabut asap semakin terasa di kawasan permukiman.
“Titik api sudah mendekati pemukiman, tetapi dari tim Damkar, perusahaan, dan relawan lainnya terus memberikan dukungan untuk penanganan,” katanya.
Taufik menyebut, sedikitnya empat RT di wilayah Kelurahan Pendingin berpotensi terdampak apabila kebakaran terus meluas.
“Kurang lebih ada empat RT di wilayah Kelurahan Pendingin yang berpotensi terdampak,” ujarnya.
Sementara itu, anggota DPRD Kukar, Rahmat Dermawan, mengatakan dirinya sebelumnya menerima informasi bahwa kebakaran di Pendingin sempat dapat diatasi. Namun, ia mengaku belum memperoleh perkembangan terbaru terkait kondisi karhutla pada hari ini.
“Beberapa hari lalu saya mendapat informasi bahwa kebakaran di Pendingin sudah bisa diatasi. Namun, untuk perkembangan per hari ini saya memang belum mendapatkan informasi terbaru,” kata Rahmat.
Ia menilai karhutla yang terjadi merupakan bencana yang membutuhkan dukungan bersama, terutama untuk memperkuat penanganan di lapangan.
“Pada prinsipnya, ini merupakan bencana. Kebakaran terjadi di mana-mana dan teman-teman di lapangan masih membutuhkan dukungan, baik dari sisi peralatan maupun kebutuhan lainnya,” jelasnya.
Rahmat menyatakan akan berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan, kelurahan maupun BPBD untuk mengetahui kebutuhan di lapangan sekaligus mencari bentuk bantuan yang dapat dikolaborasikan untuk masyarakat terdampak.
“Saya akan berkoordinasi langsung dengan pemerintah kecamatan, kelurahan, atau BPBD untuk melihat apa yang bisa dikolaborasikan dalam membantu masyarakat,” tuturnya.
Ia menambahkan, dukungan terhadap penanganan karhutla di wilayah tersebut juga telah dilakukan melalui penambahan satu armada baru. Armada tersebut kini digunakan untuk membantu proses penanganan kebakaran di lapangan.
“Untuk kondisi di sana, tahun ini kami juga sudah mendukung penambahan satu armada baru melalui kolaborasi. Armada tersebut sekarang digunakan untuk membantu penanganan di sana,” pungkasnya.(atr)









