Menu ✖

Mode Gelap

Pos-pos Terbaru · 8 Sep 2026 15:28 WITA

Aulia Rahman Basri Tabur Benih Padi di Danau Semayang, Rektor Unikarta Beri Penjelasan Teknis


 Rektor Unikarta Prof Ince Raden (Angga/okeborneo.com) Perbesar

Rektor Unikarta Prof Ince Raden (Angga/okeborneo.com)

okeborneo.com,KUTAI KARTANEGARA– Penaburan benih padi yang dilakukan Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri di kawasan Danau Semayang yang tengah mengalami kekeringan dinilai masih memiliki peluang untuk tumbuh, meski keberhasilannya bergantung pada kondisi lahan dan metode penanaman yang digunakan.

Rektor Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) sekaligus dosen Fakultas Pertanian Unikarta, Ince Raden, mengatakan terdapat pola tertentu yang memungkinkan tanaman padi tumbuh pada kondisi lahan yang berada di atas atau sekitar permukaan air.

Menurutnya, salah satu metode dilakukan dengan menyiapkan media sebagai tempat benih berkembang sebelum akar tanaman mencapai permukaan tanah.

“Umumnya sebenarnya ada pola penanaman yang di atas air itu yang bisa padinya tumbuh dan berkembang. Biasanya ada media yang disiapkan, benihnya dulu di atas itu, baru nanti di bawahnya akan tumbuh akarnya yang menyentuh permukaan tanah,” kata Ince.

Ia menjelaskan, keberhasilan penanaman juga dipengaruhi jenis benih yang digunakan. Benih harus mampu beradaptasi dengan kondisi lingkungan, termasuk kondisi air dan ketinggian permukaan tanah.

Kondisi Danau Semayang saat benih disebarkan juga menjadi faktor penting. Apabila volume air kembali meningkat, benih berpotensi terbawa atau berpindah mengikuti pergerakan air.

Sebaliknya, jika kondisi air relatif tenang dan terdapat media yang mendukung, benih masih memiliki peluang untuk masuk ke tanah dan berkembang.

Ince menambahkan, kualitas benih juga dapat menjadi salah satu faktor yang menentukan. Benih padi yang bernas umumnya akan tenggelam ketika berada di permukaan air, sedangkan benih dengan kualitas kurang baik cenderung mengapung.

“Kalau dia benih yang memang bernas, biasanya dia jatuh atau masuk ke dalam tanah. Seperti kita punya benih yang bernas, kita letakkan di atas permukaan air. Kalau yang bagus, itu pasti tenggelam,” ujarnya.

Meski demikian, Ince belum dapat memastikan keberhasilan metode yang dilakukan Bupati Kukar tersebut. Sebab, ia mengaku tidak melihat secara langsung kondisi Danau Semayang ketika proses penyebaran benih dilakukan.

Ia menyebut, pada kondisi normal, proses awal persemaian padi membutuhkan tanah yang lembap atau becek. Karena itu, kondisi aktual di lokasi menjadi penting untuk menentukan apakah metode penyemaian yang dilakukan dapat berkembang.

Menurut Ince, langkah tersebut juga perlu disertai pendampingan dari pihak teknis dan petani lokal yang memahami karakteristik lahan serta pola penanaman di kawasan Danau Semayang.

Ia menilai indikator paling penting saat ini adalah melihat perkembangan benih yang telah disebarkan di lapangan. Masyarakat dinilai tidak perlu terburu-buru menyimpulkan apakah penanaman tersebut berhasil atau gagal.

“Yang paling penting menurut hemat saya adalah pengamatan kita saat ini. Apakah terjadi pertumbuhan padi itu di lapangan,” katanya.

Ince menegaskan, diperlukan bukti berupa perkembangan tanaman untuk memastikan hasil dari penyemaian tersebut.

“Jadi kita tidak menjastifikasi bahwa berhasil atau tidak, tapi kita perlu ada bukti,” tegasnya.

Ia menyarankan kondisi tanaman di kawasan Danau Semayang kembali diamati setelah beberapa waktu. Dari pengamatan tersebut, dapat diketahui apakah benih yang disebarkan mampu tumbuh dan berkembang sesuai kondisi lingkungan setempat.

“Apakah memang setelah Pak Bupati beberapa waktu lalu ke Danau Semayang menyemai dalam kondisi seperti itu, padahannya seperti apa sekarang? Ada itu atau enggak? Itu paling bagus untuk mengklarifikasi,” pungkasnya.(Atr)

Artikel ini telah dibaca 26 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Brida Kukar Tekankan Kelengkapan Dokumen Inovasi OPD, Jadi Penentu Penilaian Indeks Daerah

24 Oktober 2026 - 19:40 WITA

Dorong Kemandirian Ekonomi, Pemkab Kukar Minta Hak Konsesi Pertambangan dan Alokasi Gas ke Pusat

24 Oktober 2026 - 19:38 WITA

Tingkatkan Perekonomian Daerah, Pemkab Kukar Bawa TPID Raih Juara Kalimantan 4 Tahun Beruntun dan Gulirkan Kredit Kukar Idaman

24 Oktober 2026 - 19:35 WITA

Karhutla di Kukar, Aulia Koordinasi dengan BNPB Minta Bantuan Helikopter

23 Oktober 2026 - 20:55 WITA

Aulia Rahman Basri Tegaskan Gerakan Etam Mengaji Berlanjut, Kukar Bidik Juara Umum MTQ Kaltim

23 Oktober 2026 - 20:52 WITA

Pejabat Administrator dan Pengawas Kukar Dilantik, Diminta Perkuat Kinerja dan Inovasi

23 Oktober 2026 - 20:50 WITA

Trending di Advertorial