Menu ✖

Mode Gelap

Advertorial · 7 Okt 2026 14:12 WITA

Disdamkarmatan Sebut Danau Aji Kawasan Risiko Kebakaran Tertinggi di Tenggarong


Kepala Disdamkarmatan Kukar Fida Hurasani (Angga/okeborneo.com) Perbesar

Kepala Disdamkarmatan Kukar Fida Hurasani (Angga/okeborneo.com)

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA– Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmatan) Kutai Kartanegara (Kukar) menetapkan kawasan Danau Aji, Kecamatan Tenggarong, sebagai salah satu wilayah dengan tingkat risiko kebakaran paling tinggi. Kondisi tersebut dipengaruhi karakter kawasan yang diapit tiga poros jalan utama, yakni Jalan Danau Aji, Jalan Alimudin dan Jalan Danau Lipan.

Kepala Disdamkarmatan Kukar, Fida Hurasani, mengatakan kawasan tersebut masuk dalam kategori “segitiga” dengan label risiko paling merah di Kecamatan Tenggarong. Kondisi itu menjadi perhatian dalam upaya mitigasi kebakaran.

“Mitigasi di lokasi ini, sekali lagi saya katakan, ini kan masuk dalam apa yang saya katakan di Dinas Pemadam itu segitiga. Kawasan segitiga yang label-nya paling merah,” kata Fida.

Menurutnya, salah satu persoalan utama dalam penanganan kebakaran di kawasan Danau Aji adalah keterbatasan sumber air. Dari pemantauan yang dilakukan dari tiga sisi kawasan, Disdamkarmatan menilai belum terdapat sumber air yang strategis untuk mendukung penanganan kebakaran apabila kejadian berlangsung di bagian tengah permukiman.

“Kita tarik ke belakang sumber air. Karena sumber air kita tidak ketemu. Bagaimana cara kita?” ujarnya.

Kondisi tersebut membuat Disdamkarmatan harus menyiapkan langkah mitigasi alternatif. Salah satunya dengan membangun hidran kering dan menempatkan tandon air di sejumlah titik yang memungkinkan.

Fida mengatakan, penempatan tandon air juga tidak mudah. Keterbatasan lahan dan ruang terbuka di kawasan permukiman menjadi salah satu kendala karena keberadaan tandon tidak boleh mengganggu akses lalu lintas maupun aktivitas warga.

“Tempatnya tidak ada. Lihat juga, kalau tandon kita tempatkan di situ, mengganggu lalu lintas, mengganggu juga aktivitas dia,” jelasnya.

Meski demikian, Disdamkarmatan telah menempatkan dua tandon air berkapasitas masing-masing 5.000 liter di kawasan tersebut. Dengan demikian, terdapat cadangan air sebanyak 10.000 liter yang dapat dimanfaatkan dalam kondisi darurat.

Fida menyebut penyediaan sarana mitigasi seperti tandon dapat dilakukan apabila tersedia lokasi yang memungkinkan. Namun, apabila keterbatasan ruang menjadi kendala, upaya penanganan kebakaran juga membutuhkan dukungan dari masyarakat.

Menurutnya, mitigasi kebakaran di kawasan padat permukiman tidak hanya menjadi tanggung jawab petugas pemadam. Dukungan masyarakat dibutuhkan, terutama dalam penyediaan ruang maupun penguatan sistem proteksi kebakaran di lingkungan tempat tinggal.

“Kalau tidak bisa dimungkinkan, kita kembali kepada peran setiap masyarakat juga. Nah, makanya, kalau kita bicara masalah hidranisasi, ya kita kembali,” pungkasnya.(adv/diskomkukar/atr)

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Ganggu Warga, 13 Tempat Hiburan di Kota Bangun Dipantau Satpol PP

7 Oktober 2026 - 15:45 WITA

Disdamkarmatan Kukar Dorong Hidran Kering Masuk Permukiman untuk Percepat Penanganan Kebakaran

7 Oktober 2026 - 13:55 WITA

Tekan Dampak PHK, Pemkab Kukar Dorong Peningkatan Kompetensi Pencari Kerja

6 Oktober 2026 - 22:25 WITA

Kebakaran 75 Bangunan, DPRD Kukar Dorong Jaringan Hidran di Permukiman Padat

6 Oktober 2026 - 16:56 WITA

DPRD Kukar Evaluasi Fasilitas Pencegahan Kebakaran Usai 75 Bangunan Terbakar

6 Oktober 2026 - 16:54 WITA

Mitigasi Pascakebakaran, Pemkab Kukar Petakan Akses Jalan dan Titik Hidran

6 Oktober 2026 - 16:51 WITA

Trending di Advertorial