Menu ✖

Mode Gelap

Home · 15 Okt 2026 08:18 WITA

Hetifah Mendengar Aspirasi Orang Tua Sekolah Rakyat Samarinda: Keamanan, Kesehatan, dan Masa Depan Anak Harus Jadi Prioritas


Hetifah Mendengar Aspirasi Orang Tua Sekolah Rakyat Samarinda: Keamanan, Kesehatan, dan Masa Depan Anak Harus Jadi Prioritas Perbesar

Samarinda, 14 Oktober 2026. Anggota Komisi VIII DPR RI, Hetifah Sjaifudian, menyerap berbagai aspirasi orang tua dan siswa saat mengunjungi Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Samarinda, Kalimantan Timur. Melalui dialog langsung maupun masukan tertulis, para orang tua menyampaikan sejumlah harapan terkait kualitas pengasuhan, keamanan asrama, pelayanan kesehatan, pemenuhan gizi, hingga keberlanjutan pendidikan anak-anak mereka.

Hetifah mengapresiasi keterbukaan para orang tua yang menyampaikan pengalaman, kekhawatiran, sekaligus harapan terhadap penyelenggaraan Sekolah Rakyat. Menurutnya, masukan tersebut merupakan bagian penting dari evaluasi program agar benar-benar menjawab kebutuhan anak-anak dari keluarga kurang mampu.

“Saya sangat menghargai kepercayaan para orang tua yang telah menitipkan anak-anaknya di Sekolah Rakyat. Saya juga berterima kasih karena mereka berani menyampaikan masukan secara jujur. Ini menunjukkan bahwa mereka sangat peduli terhadap pendidikan dan masa depan anak-anaknya. Aspirasi seperti ini justru harus kita dengarkan agar pelayanan Sekolah Rakyat semakin baik,” ujar Hetifah.

Perlindungan Anak dan Pola Pengasuhan Jadi Perhatian

Salah satu aspirasi yang mendapat perhatian Hetifah adalah laporan mengenai dugaan perundungan dan tindakan kekerasan antarsiswa, serta kekhawatiran orang tua terhadap cara pendisiplinan anak di lingkungan asrama.

Sejumlah orang tua berharap pengawasan diperketat, penanganan pelanggaran dilakukan secara adil, dan seluruh tenaga pengasuh menggunakan pendekatan yang ramah anak, tanpa kekerasan fisik maupun verbal.

“Anak-anak yang bersekolah di sini datang dari latar belakang kehidupan yang beragam. Sebagian mungkin pernah mengalami situasi keluarga yang sulit, bahkan pengalaman traumatis. Karena itu, mereka membutuhkan pengasuhan yang penuh kesabaran, kasih sayang, dan pemahaman. Sekolah Rakyat harus menjadi tempat yang membuat anak merasa aman dan dihargai,” tegas Hetifah.

Ia menekankan bahwa laporan dugaan kekerasan harus ditelusuri secara objektif, dengan mengutamakan keselamatan anak serta perlindungan bagi korban. Menurutnya, kedisiplinan tetap penting, tetapi harus dibangun melalui pendekatan pendidikan yang tepat, bukan penghukuman yang merendahkan martabat anak.

Pelayanan Kesehatan dan Gizi Perlu Diperkuat

Selain keamanan, orang tua juga menyampaikan perlunya peningkatan pelayanan kesehatan di lingkungan sekolah, termasuk ketersediaan tenaga kesehatan atau klinik untuk menangani kebutuhan medis siswa.

Salah satu masukan bahkan menyampaikan kondisi anak dengan kelainan jantung bawaan yang masih membutuhkan tindakan medis lanjutan, sementara keluarga menghadapi keterbatasan pembiayaan.

“Masukan seperti ini harus mendapat perhatian khusus. Jangan sampai ada anak yang kesulitan mengikuti pendidikan karena kebutuhan kesehatannya belum tertangani. Saya berharap sekolah bersama Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, dan fasilitas kesehatan dapat membantu mencari solusi sesuai kebutuhan medis anak,” ungkap Hetifah.

Orang tua juga mengusulkan perbaikan kualitas makanan, perhatian terhadap kebutuhan gizi khusus, kecukupan waktu istirahat, serta pemenuhan fasilitas dasar asrama.

Harapan Melanjutkan Pendidikan hingga Perguruan Tinggi

Hal lain yang menarik perhatian Hetifah adalah pertanyaan siswa dan orang tua mengenai kesempatan lulusan Sekolah Rakyat untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Menurutnya, aspirasi tersebut memperlihatkan bahwa anak-anak Sekolah Rakyat memiliki cita-cita besar dan tidak ingin berhenti hanya pada pendidikan menengah.

“Saya senang sekali mendengar anak-anak sudah memikirkan bagaimana mereka bisa kuliah. Artinya, mereka punya mimpi dan semangat untuk mengubah masa depan. Kita perlu memastikan mereka mendapatkan informasi, bimbingan, dan pendampingan untuk mengakses berbagai kesempatan pendidikan tinggi, termasuk Beasiswa Gratispol dari Provinsi Kaltim maupun KIP Kuliah bagi yang memenuhi persyaratan,” jelas Hetifah.

Beberapa orang tua juga mengusulkan penguatan pendidikan agama, penambahan kegiatan ekstrakurikuler, pembelajaran bahasa asing, serta pengaturan tata tertib asrama yang lebih baik.

Tidak hanya menyangkut kebutuhan siswa, terdapat pula orang tua yang menyampaikan kesulitan ekonomi keluarga, termasuk belum memiliki rumah sendiri dan berharap memperoleh akses bantuan perumahan.

Hetifah menilai aspirasi tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan Sekolah Rakyat perlu dilihat dalam konteks yang lebih luas, yaitu upaya memutus mata rantai kemiskinan antargenerasi.

“Sekolah Rakyat merupakan langkah penting untuk membuka kesempatan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Tetapi kita juga perlu melihat kondisi keluarga mereka. Pendidikan anak, kesehatan, perlindungan sosial, dan pemberdayaan ekonomi keluarga harus saling mendukung agar perubahan yang dihasilkan benar-benar berkelanjutan,” katanya.

Perlu Evaluasi dan Tindak Lanjut Konkret

Sebagai anggota Komisi VIII DPR RI yang bermitra dengan Kementerian Sosial, Hetifah menegaskan pentingnya menjadikan aspirasi orang tua dan siswa sebagai bahan pengawasan serta perbaikan penyelenggaraan Sekolah Rakyat.

Ia berharap pengelola sekolah dan instansi terkait dapat mengidentifikasi persoalan yang memerlukan penanganan segera, terutama menyangkut keselamatan, kesehatan, dan kesejahteraan psikologis anak.

“Keberhasilan Sekolah Rakyat bukan hanya berapa banyak anak yang berhasil kita sekolahkan, tetapi juga seberapa aman mereka tinggal, seberapa baik mereka diasuh, seberapa sehat mereka tumbuh, dan seberapa besar peluang mereka meraih masa depan yang lebih baik,” ujarnya.

Menutup kunjungannya, Hetifah menyampaikan apresiasi kepada kepala sekolah, guru, wali asuh, tenaga kependidikan, serta jajaran Dinas Sosial yang telah mendukung penyelenggaraan Sekolah Rakyat di Samarinda.

“Saya percaya Sekolah Rakyat memiliki potensi besar untuk mengubah kehidupan anak-anak dan keluarganya. Karena itu, setiap kritik dan masukan perlu kita sikapi dengan terbuka. Anak-anak ini bukan hanya membutuhkan sekolah, tetapi juga lingkungan yang memberikan rasa aman, kasih sayang, kepercayaan diri, dan harapan. Itulah yang harus kita perjuangkan bersama,” tegas Hetifah.

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Luka Bakar Lebih dari 75 Persen, Ustaz Hamri Nor Meninggal Setelah Dirawat di ICU

14 Oktober 2026 - 21:39 WITA

Jelang Porprov Kaltim, Dispora Kukar Matangkan Persiapan Atlet dan Fasilitas Latihan

14 Oktober 2026 - 20:32 WITA

Dua Anak Meninggal dalam Kebakaran Loa Ipuh Tenggarong, Pemkab Kukar Siapkan Bantuan Korban

14 Oktober 2026 - 17:42 WITA

HUT ke-61 Bankaltimtara, Bupati Kukar Harap Dividen Meningkat dan Layanan Makin Luas

14 Oktober 2026 - 17:14 WITA

Dua Anak Tewas dalam Kebakaran Jalan Delta Tenggarong, Kerugian Ditaksir Rp3 Miliar

14 Oktober 2026 - 15:19 WITA

Kenangan Terakhir Dua Bocah Korban Kebakaran Jalan Delta Tenggarong, Rajin Mengaji dan Ingin Segera Disunat

14 Oktober 2026 - 13:23 WITA

Trending di Peristiwa