Menu

Mode Gelap

Peristiwa · 1 Agu 2022 17:05 WITA

Proses Pencarian Makpong Mengalami Hal Mistis


Proses Pencarian Makpong Mengalami Hal Mistis Perbesar

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Di hari ke- 5 proses pencarian orang hilang di hutan Desa Puan Cepak ,Kecamatan Muara Kaman sejak hari Kamis (30/7/2022), kini ditunda sementara, dikabarkan 7 orang yang merupakan kerabat Makpong yang sempat dilaporkan hilang akhirnya telah ditemukan dalam kondisi selamat. Namun, tersisa satu orang yang belum ditemukan hingga saat ini yaitu Makpong.

Dalam proses pencarian Makpong, tim SAR gabungan mengalami beberapa hambatan salah satunya yaitu akses jalan menuju lokasinya hilangnya Makpong sulit serta cuaca yang kurang mendukung. Adapun dalam proses pencarian Makpong tim SAR gabungan mengalami beberapa kejadian aneh seperti mengalami hal gaib.

Camat Muara Kaman, Barliang mengatakan, saat ini proses pencarian Makpong dihentikan sementara karena anggota tim SAR mengalami kendala dalam proses pencarian Makpong.

“Dihentikan sementara karena ada beberapa hambatan yang dialami oleh tim SAR, karena jalan menuju lokasi hilangnya Makpong berlumpur disebabkan oleh hujan yang deras dalam beberapa hari ini, ” ujar Barliang.

Diketahui, saat melakukan pencarian anggota tim SAR mendapatkan sebuah kotak rokok yang diduga milik Makpong, namun setelah dilakukan pencarian lebih lanjut tidak menemukan hasil.

“Di lokasi hilangnya Makpong tim SAR menemukan satu buang bungkus rokok yang sudah digunakan dan diduga sebagai milik Makpong, ” ucapnya.

Dikatakan Barliang, saat melakukan proses pencarian Makpong ada beberapa anggota tim SAR mengalami hal aneh salah satunya yakni mendengar bisikan gaib yang tidak jelas disampaikan oleh siapa.

“Anggota tim SAR beberapa kali mendengar bisikan-bisikan aneh yang tidak jelas asalnya dari mana, setelah dilakukan penyisiran tidak ada orangnya, ” sebutnya.

Kemudian, beberapa kali anggota relawan saat melakukan penyisiran di hutan lokasi hilangnya Makpong dibuat bingung oleh hal mistis, pasalnya saat melakukan pencarian beberapa anggota mengaku hanya berputar-putar saja dilokasi.

“Anggota tim SAR kebingungan saat melakukan pencarian anehnya lagi beberapa alat tim SAR saat berada di tengah hutan tidak berfungsi seperti GPS , ” terangnya.

Barliang mengaku saat hendak ikut serta dalam proses pencarian sempat mengalami gangguan yang sama. “Kita waktu ingin melakukan pencarian namun seketika dibuat termenung dan tidak melakukan apapun, ” urainya.

Setelah mendapat beberapa masalah dalam proses pencarian pihaknya kini bersama tim SAR gabungan memutuskan untuk menunda proses pencarian. Barliang menambahkan, pihaknya akan mengundang tokoh adat untuk melakukan ritual adat agar dimudahkan dalam proses pencarian.

“Harusnya hari ini kita lakukan ritual adat, namun tokoh adatnya belum bisa mencapai lokasi. Jadi dilakukan pada hari esok sambil berikhtiar, ” tutupnya. (atr/ob1/ef)

Artikel ini telah dibaca 28 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Kebakaran Landa Desa Sebuntal, 1 Rumah Hangus Terbakar

16 Juni 2025 - 11:53 WITA

Dikabarkan Pemuda Berprofesi Sebagai Badut Terjun ke Sungai Mahakam

12 April 2025 - 23:35 WITA

RSUD AM Parikesit Evakuasi Pasien ke Gedung Baru yang Akan Difungsikan sebagai Poliklinik

24 Oktober 2024 - 22:18 WITA

Insiden Ambruknya Atap Gedung, Direktur RSUD AM Parikesit Pastikan Pasien Dievakuasi dalam Kondisi Aman

24 Oktober 2024 - 18:53 WITA

Plafon Gedung RSUD AM Parikesit Ambruk Akibat Angin Deras

24 Oktober 2024 - 17:47 WITA

Kemacetan Panjang di Jembatan Kartanegara, Akses ke RSUD AM Parikesit Tersendat

21 September 2024 - 15:46 WITA

Trending di Peristiwa