okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Di hari ke- 5 proses pencarian orang hilang di hutan Desa Puan Cepak ,Kecamatan Muara Kaman sejak hari Kamis (30/7/2022), kini ditunda sementara, dikabarkan 7 orang yang merupakan kerabat Makpong yang sempat dilaporkan hilang akhirnya telah ditemukan dalam kondisi selamat. Namun, tersisa satu orang yang belum ditemukan hingga saat ini yaitu Makpong.
Dalam proses pencarian Makpong, tim SAR gabungan mengalami beberapa hambatan salah satunya yaitu akses jalan menuju lokasinya hilangnya Makpong sulit serta cuaca yang kurang mendukung. Adapun dalam proses pencarian Makpong tim SAR gabungan mengalami beberapa kejadian aneh seperti mengalami hal gaib.
Camat Muara Kaman, Barliang mengatakan, saat ini proses pencarian Makpong dihentikan sementara karena anggota tim SAR mengalami kendala dalam proses pencarian Makpong.
“Dihentikan sementara karena ada beberapa hambatan yang dialami oleh tim SAR, karena jalan menuju lokasi hilangnya Makpong berlumpur disebabkan oleh hujan yang deras dalam beberapa hari ini, ” ujar Barliang.
Diketahui, saat melakukan pencarian anggota tim SAR mendapatkan sebuah kotak rokok yang diduga milik Makpong, namun setelah dilakukan pencarian lebih lanjut tidak menemukan hasil.
“Di lokasi hilangnya Makpong tim SAR menemukan satu buang bungkus rokok yang sudah digunakan dan diduga sebagai milik Makpong, ” ucapnya.
Dikatakan Barliang, saat melakukan proses pencarian Makpong ada beberapa anggota tim SAR mengalami hal aneh salah satunya yakni mendengar bisikan gaib yang tidak jelas disampaikan oleh siapa.
“Anggota tim SAR beberapa kali mendengar bisikan-bisikan aneh yang tidak jelas asalnya dari mana, setelah dilakukan penyisiran tidak ada orangnya, ” sebutnya.
Kemudian, beberapa kali anggota relawan saat melakukan penyisiran di hutan lokasi hilangnya Makpong dibuat bingung oleh hal mistis, pasalnya saat melakukan pencarian beberapa anggota mengaku hanya berputar-putar saja dilokasi.
“Anggota tim SAR kebingungan saat melakukan pencarian anehnya lagi beberapa alat tim SAR saat berada di tengah hutan tidak berfungsi seperti GPS , ” terangnya.
Barliang mengaku saat hendak ikut serta dalam proses pencarian sempat mengalami gangguan yang sama. “Kita waktu ingin melakukan pencarian namun seketika dibuat termenung dan tidak melakukan apapun, ” urainya.
Setelah mendapat beberapa masalah dalam proses pencarian pihaknya kini bersama tim SAR gabungan memutuskan untuk menunda proses pencarian. Barliang menambahkan, pihaknya akan mengundang tokoh adat untuk melakukan ritual adat agar dimudahkan dalam proses pencarian.
“Harusnya hari ini kita lakukan ritual adat, namun tokoh adatnya belum bisa mencapai lokasi. Jadi dilakukan pada hari esok sambil berikhtiar, ” tutupnya. (atr/ob1/ef)








