okeborneo.com, SAMARINDA — Bungker BBM jenis pertalite yang meletup di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 64.752.02 baru dilakukan kalibrasi clening atau pembersihan bungker dengan kapasitas 30 KL.
Manager SPBU 64.752.02, Fahrul menjelaskan Kalibrasi dilakukan karena tidak akuratnya data stok BBM di SPBU tersebut, karena pada setiap bulannya terjadi penyusutan, yang kemudian pihaknya pun melakukan penelusuran penyebabnya.
“Jadi, sudah kami cek dari dispenser dan pengiriman, tidak ada masalah. Kami curiganya dari tangki pendam (bungker). Makanya dilakukan kalibrasi cleaning, karena sejak berdiri 20 tahun lalu tidak pernah dilakukan dan baru kali ini,” jelasnya.
Berdasarkan hal tersebut pihaknya langsung melaporkan kepada Pertamina untuk dilakukannya kalibrasi. Dan pekerjanya ditunjuk oleh SPBU yakni dari PT Sindo Adi Pratama di Balikpapan.
“Kami tetap laporan kepada Pertamina, sehingga untuk pengiriman di setop sementara. Jadi kami sendiri yang menunjuk perusahaan yang melakukan kalibrasi ini,” ungkapnya.
Lebih lanjut diungkapkannya, memang posisinya saat itu sudah dibersihkan setelah itu dengan menggunakan blower untuk menghilangkan hawa.
“Rupanya pada waktu si anak (Dony) mencabut colokan, timbul percikan api, ya mungkin karena masih ada hawa-hawanya,” jelasnya.
“Tetapi sebentar beberapa detik saja (api), jadi kalau saya bilang ini kecelakaan kerja. Yang jelas, kalau dilihat ya pekerjaan mereka ini sudah safety,” pungkasnya. (bdp/ob1/ef)








