Menu

Mode Gelap

Peristiwa · 19 Jan 2023 17:53 WITA

Pemdes Sumber Sari dan Petani Keluhkan Aliran Sungai Tercemar Akibat Tambang Ilegal


Kades Sumber Sari, Sunarto menunjuk lokasi tambang ilegal Perbesar

Kades Sumber Sari, Sunarto menunjuk lokasi tambang ilegal

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Tambang ilegal selalu menjadi momok atau masalah bagi warga yang terdampak. Mulai dari pencemaran limbah hingga merusak lingkungan alam, hal ini pun yang dirasakan oleh masyarakat di Desa Sumber Sari, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

Diketahui, Desa Sumber Sari yang baru berumur 12 tahun ini telah ditetapkan oleh Bupati Kukar sebagai kawasan lumbung pangan Kukar dalam menyambut Ibu Kota Nusantara (IKN). Namun sayang, dipinggiran desa tersebut terdapat sebuah lubang besar menganga yang disebabkan oleh penambangan ilegal yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab.

Akibat ulah penambang ilegal tersebut , Desa Sumber Sari pun tercemar mulai dari saluran air yang biasa digunakan petani untuk mengaliri persawahan hingga arus Sungai Pelai pun tertutup oleh galian tanah. Akibat dari pencemaran, para petani yang biasanya produksi pertanian melimpah kini terancam menyusut akibat dari pencemaran limbah batu bara.

Berbagai cara pun telah ditempuh oleh masyarakat dan Pemerintah Desa Sumber Sari untuk berusaha menghentikan aktivitas tambang tersebut, mulai dari melakukan aksi demo pada Agustus tahun 2022 lalu hingga bersurat kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kukar pun tidak berdampak apapun.

Terbaru Kamis (19/1/2023), Pemerintah Desa Sumber Sari bersama para Rukun Tetangga (RT), Jaringan Advokasi Tambang (JATAM) Kaltim dan awak media Kukar pun bergerak ke lokasi penambangan ilegal yang berlokasi di pinggiran desa dengan mendapati satu unit excavator merk SANY yang sedang terparkir di dalam hutan tidak jauh dari lokasi penambangan ilegal.

Tidak hanya itu. Dalam pantauan di lapangan, pihak desa pun kembali mendapati galian lubang baru sehingga menjadi kubangan air yang besar sehingga dapat membahayakan Desa Sumber Sari apabila lubang galian tersebut meluap karena air hujan.

“Dampak dari tambang ini yang kita khawatirkan. Karena desa kita ini pertanian, dan Sungai Pelai ini merupakan hilirnya. Yang dipergunakan warga Sumber Sari untuk mengairi sawah, ” ungkap Kades Sumber Sari, Sutarno.

Tidak hanya itu, kolam-kolam perikanan juga menggunakan air dari Sungai Pelai. Sehingga ketika ada kegiatan pertambangan, warga gelisah karena mereka bergantung dengan sungai Pelai. Dan sudah pernah ada kejadian pada Oktober 2022, limbahnya turun dan menyebabkan ikan mati.

“Karena aliran sungai ini anak sungainya Pelai. Dan ini sudah kuning warnanya akibat asam yang tinggi. Karena ada tumpukan batubara sekitar sungai ini yang mencemari airnya. Dan dampak lainnya yang kita rasakan ini debit airnya berkurang. Dan saat hujan beberapa hari ini, air mengalirnya tetap kecil. Biasanya deras. Ini yang kita khawatirkan dengan warga, gimana kedepannya mengembangkan lumbung pangan. Apalagi Desa Sumber Sari sudah ada SK Bupati sebagai Desa Pengembangan Pangan, “katanya.

Ditambahkan Sunarto, terdapat sekitar 316 hektare lahan produktif dan 20 hektare kolam ikan. Dari keduanya tersebut bergantung pada aliran Sungai Pelai. Tentunya itu bagian dari upaya pemerintah daerah untuk mengembangkan pangan mulai dari kebutuhan alat pertanian, pupuk dan sebagainya.

“Namun hal tersebut kalau tidak diimbangi dengan kondisi alam yang normal sulit juga kita mewujudkannya. Semisal ada gangguan semacam ini, keberlanjutannya seperti apa. Maka dari itu kami berharap kepada pihak terkait ada upaya penegakkan hukum. Kalau seperti ini terus berlanjut bagaimana nasib petani di Desa kami kedepannya, “pungkas Sutarno. (atr/ob1/ef)

Artikel ini telah dibaca 137 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Kebakaran di Jalan Belida Tenggarong Hanguskan Lima Bangunan, Pasokan Air Jadi Kendala

20 Juli 2026 - 23:31 WITA

kebakaran Jalan Belida Tenggarong

Tujuh Rumah Terbakar di Tenggarong, Tujuh Keluarga Kehilangan Tempat Tinggal

17 Juli 2026 - 11:39 WITA

kebakaran Tenggarong

Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran di Taman Kota Raja Tenggarong

25 Juni 2026 - 20:41 WITA

kebakaran taman kota raja

11 Santriwati Laporkan Dugaan Kekerasan Seksual, Polda Kaltim Diminta Pastikan Perlindungan Korban

4 Juni 2026 - 19:30 WITA

kekerasan seksual santriwati,

Rumah Kayu di Segihan Ludes Terbakar, Api Diduga Berasal dari Dapur

3 Juni 2026 - 16:51 WITA

Segihan

Kecelakaan di Jalur Poros Tabang, Pemotor Meninggal Usai Tabrakan dengan Bus Karyawan Tambang

28 Mei 2026 - 18:59 WITA

tabang
Trending di Peristiwa