okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) terus berupaya meningkatkan kualitas nelayan yang ada di daerah ulu hingga pesisir. Melalui visi misi Kukar Idaman dengan program bantuan fasilitas terhadap 25 ribu nelayan dan pembudidaya aktif diyakini bisa meningkatkan hasil produksi terhadap nelayan dan pembudidaya ikan.
Program itu dipercaya dapat memberikan angin segar bagi para nelayan. Karena melalui program tersebut, nelayan mendapatkan berbagai fasilitas alat tangkap ikan dari pemerintah daerah. Mulai dari jaring ikan, perahu hingga mesin penggerak.
Tidak hanya itu, program yang menyasar kepada pembudidaya ini juga berdampak terhadap peningkatan hasil produksi. Bahkan, peningkatan kualitas ikan budi daya juga turut berpengaruh. Bantuan yang diberikan kepada mereka pun bervariasi sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
Pada tahun 2021 tercatat, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kukar menyalurkan bantuan kepada 84 kelompok pembudidaya ikan yang tersebar di seluruh kabupaten. Total bantuan tersebut senilai Rp23 miliar, yang besumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Bantuan yang diberikan berupa pakan benih ikan, pakan ikan, terpal kolam dan berbagai macam jenis bibit ikan. Sedangkan untuk kelompok nelayan, pihaknya mengaku Pemkab menyalurkan 494 unit mesin perahu, 470 unit mesin kapal, 114 perahu kecil, 16 kapal, 237 cool box, dan 2.100 jaring yang telah diserahkan kepada kelompok nelayan di seluruh Kukar.
Sedangkan untuk tahun 2022, Pemkab Kukar telah menyerahkan bantuan lebih banyak ketimbang tahun sebelumnya. Sebanyak 217 kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan) telah menerima bantuan yang diberikan. Adapun untuk kelompok nelayan Pemkab Kukar menyerahkan bantuan kepada 118 kelompok nelayan yang ada di Kukar dengan mengalokasikan dana sebesar Rp 26.546.602.800 miliar.
Selain itu, untuk tahun 2023 . Kepala DKP Kukar, Muslik, mengatakan, pihaknya telah mengalokasikan dana segar sebesar Rp219 miliar untuk program bantuan fasilitas kebutuhan nelayan dan kelompok pembudidaya ikan . Nantinya para nelayan bakal mendapatkan berbagai macam fasilitas alat penunjang baru untuk menangkap ikan.
“Mesin ketinting 968 unit, mesin diesel 783 unit, cool box 1.250 buah, perahu fiber 333 unit, kawat tempirai 15.980 roll , Jill net 1.700 pcs, tramel atau rengge 1.500 set , dua unit kapal 13 keping dan fursen dua unit, ” ungkap Muslik.
Muslik mengatakan, pihaknya tidak hanya sekedar memberikan bantuan penunjang fasilitas saja. Mereka juga bakal memberikan pelatihan kepada kelompok nelayan yang telah ditetapkan sebagai penerima manfaat.
“Pelatihan nya nanti berupa perbaikan mesin kapal, pembuatan perahu fiber , peningkatan kelas kelompok nelayan dan pembuatan badan hukum untuk kelompok nelayan, ” ungkapnya.
Untuk penerima bantuan Pembudidaya Ikan (Pokdakan) , pihaknya telah mendata total ada 300 Pokdakan yang bakal menerima bantuan dari DKP Kukar dengan total 4.746 pelaku pembudidaya ikan. “Menyalurkan 5.780 Unit sarana Produksi Budidaya seperti Benih Ikan/udang, Induk Ikan Unggul, Pakan Ikan, keramba, Kolam Terpal dan Bioflok, ” ujarnya.
Diharapkan setiap tahunnya nelayan dan pembudidaya ikan bisa memproduksi ikan lebih banyak lagi dari tahun sebelumnya. Berdasarkan keterangan DKP Kukar, setiap tahunnya jumlah produksi ikan di wilayah Kukar mencapai 200 ribu ton ikan dan menjadi penyuplai ikan utama untuk wilayah Kaltim. “Jadi wajar saja Bupati berkeinginan untuk menjadikan Kukar bagian dari lumbung pangan, karena Kukar mampu memenuhi kebutuhan ikan sebanyak 60% untuk Kaltim, ” pungkasnya. (adv/prokom/atr/ob1/ef)








