okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Puluhan mahasiswa dari Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Polres Kutai Kartanegara (Kukar), Selasa (24/2/2026). Aksi tersebut sebagai bentuk solidaritas dan tuntutan keadilan atas kematian seorang pelajar asal Maluku yang diduga melibatkan oknum anggota Brimob.
Dengan membawa spanduk dan poster berisi tuntutan, massa aksi secara bergantian menyampaikan orasi. Mereka mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus tersebut secara transparan dan profesional.
Presiden BEM Unikarta, Zulkaranen, dalam orasinya menyatakan bahwa mahasiswa hadir sebagai representasi suara masyarakat yang menginginkan keadilan ditegakkan tanpa pandang bulu.
“Kami menuntut proses hukum yang transparan dan adil. Siapa pun yang terlibat harus diproses sesuai aturan yang berlaku. Jangan sampai ada kesan pembiaran atau perlindungan terhadap oknum,” tegasnya.
Mahasiswa juga meminta agar pihak kepolisian memberikan informasi terbuka kepada publik terkait perkembangan penanganan perkara tersebut. Mereka menilai keterbukaan informasi penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum.
Selain menyampaikan tuntutan, massa aksi menyerahkan pernyataan sikap kepada perwakilan Polres Kukar. Dalam pernyataan tersebut, mahasiswa meminta agar aspirasi mereka diteruskan kepada pimpinan Polri dan jajaran terkait untuk memastikan proses hukum berjalan objektif.
Aksi berlangsung dengan pengawalan aparat kepolisian dan berjalan tertib. Setelah menyampaikan tuntutan dan menyerahkan pernyataan sikap, massa aksi membubarkan diri secara damai.
Mahasiswa menegaskan akan terus mengawal perkembangan kasus tersebut hingga ada kejelasan hukum dan keadilan bagi korban serta keluarganya. (atr)








