okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA—Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus mendorong peningkatan kompetensi aparatur sipil negara (ASN) melalui dukungan pendidikan formal. BKPSDM Kukar mencatat lonjakan signifikan pemohon beasiswa stimulan pada tahun ini, terutama untuk jenjang S2.
Kabid Pengembangan SDM ASN BKPSDM Kukar, Mukhdan, mengungkapkan antusiasme ASN semakin tinggi setelah pemerintah daerah kembali membuka dua skema dukungan pendidikan, yakni tugas belajar dan beasiswa stimulan. Tahun anggaran 2025, Pemkab Kukar menetapkan lima ASN menerima tugas belajar penuh dibiayai pemerintah.
“Sementara untuk beasiswa stimulan, pendaftar S2 sudah tembus 46 orang. Peminat S1 juga naik signifikan dibanding tahun sebelumnya,” jelas Mukhdan.
Beasiswa stimulan diberikan sesuai ketentuan berlaku, yakni Rp5 juta untuk tingkat S1/D4, Rp10 juta untuk S2, dan Rp15 juta untuk S3. Meski demikian, ia menegaskan bahwa bantuan tersebut bersifat pendukung, berbeda dengan tugas belajar yang ditanggung sampai pendidikan rampung.
Persyaratan akademik juga diperketat untuk memastikan penerima memiliki kualitas mumpuni. IPK minimal 3,0 diterapkan bagi jenjang S1, sementara S2 dan S3 wajib memiliki IPK minimal 3,25.
Tren meningkatnya pemohon tak lepas dari berakhirnya program Beasiswa Kalimantan Timur (BKT), sehingga ASN kini lebih banyak beralih ke Beasiswa Kukar Idaman. BKPSDM menilai momentum ini penting untuk mengejar target peningkatan kualitas pendidikan pegawai, mengingat masih 48 persen ASN Kukar yang berpendidikan SLTA ke bawah.
“Kami ingin kompetensi ASN naik merata. Sosialisasi terus kami lakukan supaya semakin banyak yang berani melanjutkan pendidikan,” tegas Mukhdan.
Dengan perluasan akses pendidikan ini, Pemkab Kukar menargetkan terciptanya ASN yang lebih profesional, adaptif, dan siap mendukung transformasi pelayanan publik di daerah. (adv/prokomkukar/atr)








