Menu

Mode Gelap

Advertorial · 7 Nov 2025 16:38 WITA

Delapan Desa Baru di Kukar Resmi Disahkan, Pemkab Fokus pada Pemerataan Layanan


Infografis: Ozzy/Okeborneo.com Perbesar

Infografis: Ozzy/Okeborneo.com

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) bersama DPRD Kukar menuntaskan pembahasan pembentukan delapan desa baru yang telah resmi ditetapkan melalui Peraturan Daerah (Perda) pada Jumat (7/11/2025).

Langkah ini menjadi tonggak penting dalam upaya memperkuat tata kelola pemerintahan desa serta mempercepat pemerataan pembangunan di wilayah Kukar.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar, Sunggono, mengatakan kebijakan tersebut merupakan hasil sinergi antara eksekutif dan legislatif yang menitikberatkan pada peningkatan pelayanan publik di pedesaan.

Menurutnya, pemekaran desa merupakan strategi untuk menghadirkan pelayanan yang lebih dekat dan efektif bagi masyarakat.

“Dengan disahkannya perda ini, maka proses menuju pembentukan desa definitif bisa segera kita jalankan. Namun tetap harus melalui tahapan evaluasi dari Pemerintah Provinsi dan Kementerian Dalam Negeri,” ujar Sunggono.

Ia menegaskan, hasil evaluasi nantinya akan menjadi dasar hukum untuk mengesahkan kedelapan desa tersebut secara resmi. Pemerintah daerah, lanjutnya, juga tengah menyiapkan berbagai instrumen pendukung, termasuk penataan wilayah dan administrasi pemerintahan.

Sementara itu, Ketua DPRD Kukar, Ahmad Yani, menyampaikan bahwa desa-desa baru itu ditargetkan sudah beroperasi secara definitif pada tahun 2026. DPRD bersama pemerintah daerah juga tengah memastikan kesiapan anggaran untuk mendukung operasional desa, baik dalam bentuk dana desa (DD) maupun alokasi dana desa (ADD).

“Ketika statusnya sudah definitif, tentu konsekuensinya ada kebutuhan anggaran. Karena itu, kita pastikan dalam APBD 2026 sudah dialokasikan agar desa baru ini bisa langsung menjalankan pelayanan dan pembangunan,” tegas Yani.

Ia menambahkan, pembahasan APBD 2026 akan mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kukar 2025–2026, yang menjadi acuan utama dalam penyusunan program kerja pemerintah daerah selama lima tahun ke depan.

“RPJMD itu menjadi pedoman arah pembangunan Kukar. Semua kebijakan, termasuk pemekaran desa ini, harus sinkron dengan visi dan misi kepala daerah yang tertuang dalam RPJMD,” jelasnya.

Dengan lahirnya delapan desa baru ini, diharapkan pelayanan publik di Kukar semakin merata dan aspirasi masyarakat pedesaan dapat lebih cepat terakomodasi. Selain memperluas akses pembangunan, kebijakan ini juga diharapkan mendorong kemandirian desa sebagai bagian dari visi Kukar Maju dan Sejahtera. (adv/prokomkukar/atr)

Artikel ini telah dibaca 31 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Erau 2026 Digelar September di Tiga Kawasan, Sekolah Akan Dilibatkan

1 Agustus 2026 - 19:25 WITA

Erau Adat Kutai 2026

Pemkab Kukar Kaji Beasiswa S1 Perangkat Desa, Sasarannya Pemegang KTP Kukar

1 Agustus 2026 - 19:19 WITA

beasiswa S1 perangkat desa Kukar

Operasi Antik Kukar Ungkap 29 Kasus Narkoba, Penyerahan Pakai Titik GPS

31 Juli 2026 - 15:28 WITA

Operasi Antik Mahakam 2026 Kukar

Sekda Kukar: Regulasi Insentif Guru Non-ASN Belum Sah Saat Program Berjalan

30 Juli 2026 - 17:19 WITA

insentif guru non-ASN Kukar

Mangkir Kerja Jadi Pelanggaran Terbanyak, 8 ASN Pemkab Kukar Diberhentikan

30 Juli 2026 - 15:40 WITA

ASN Pemkab Kukar diberhentikan

Rahmat Dermawan Bantah Walkout PDI-P Kukar atas Instruksi Pihak Luar

29 Juli 2026 - 18:55 WITA

walkout PDI-P Kukar
Trending di Pos-pos Terbaru