TENGGARONG – Desa Purwajaya, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), menjadi salah satu desa yang berhasil mencapai zona bebas stunting tahun 2023. Hal ini berkat langkah strategis yang dilakukan oleh pemerintah desa bersama dengan pihak terkait.
Kepala Desa Purwajaya, Ade Sucipto, mengatakan bahwa salah satu upaya yang dilakukan adalah program perbaikan gizi masyarakat, khususnya bagi balita, lansia, perempuan, dan ibu hamil.
“Kami memberikan makanan yang kaya akan protein dan gizi kepada para balita di desa kami. Kami juga bekerja sama dengan Puskesmas dan Posyandu setempat untuk menjalankan program ini,” ujarnya, Selasa (28/11/2023).
Selain itu, pemerintah desa juga berencana untuk membangun Posyandu yang baru, yang dapat memberikan pelayanan lebih baik kepada masyarakat. Ade mengatakan bahwa Posyandu yang lama sering terendam banjir saat musim hujan, sehingga mengganggu kegiatan pelayanan kesehatan.
“Kami masih mencari tempat dan relawan, terutama untuk penyediaan lahan untuk Posyandu baru. Kami juga perlu berkoordinasi dengan warga untuk membangun Posyandu ini,” katanya.
Ia berharap, dengan adanya Posyandu yang baru, pelayanan kesehatan kepada balita, ibu hamil, dan lansia dapat lebih maksimal. Ia juga berharap, Desa Purwajaya dapat mempertahankan status bebas stunting di tahun-tahun mendatang.
“Kami harap bisa mempertahankan zero stunting di Desa Purwajaya, baik tahun ini dan seterusnya,” tutupnya.
Stunting adalah kondisi di mana pertumbuhan anak terhambat akibat kurangnya asupan gizi. Stunting dapat berdampak buruk pada perkembangan fisik dan mental anak. Oleh karena itu, pencegahan stunting menjadi salah satu tugas penting dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kukar, Dinas Kesehatan, dan dinas terkait lainnya. (Adv)








