okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA—Aktivitas ekonomi kreatif (Ekraf) di Kutai Kartanegara (Kukar) tetap bergeliat sepanjang tahun 2025. Meski menghadapi rasionalisasi anggaran, Dinas Pariwisata Kukar sukses menyelenggarakan enam festival dan konser yang menjadi ruang ekspresi sekaligus penggerak ekonomi pelaku kreatif.
Kabid Pengembangan Ekonomi Kreatif Dispar Kukar, Zikri Umulda, mengatakan penyelenggaraan event tahun ini merupakan bukti bahwa pemerintah daerah tetap berkomitmen menjaga ekosistem kreatif. Event yang digelar di berbagai kecamatan tersebut juga menjadi sarana hiburan masyarakat tanpa harus bergantung pada alokasi anggaran yang besar.
“Enam event ini mampu menjaga semangat teman-teman pelaku Ekraf agar tetap produktif dan terus berkarya,” ujarnya.
Adapun daftar event yang telah digelar meliputi Sanga-Sanga Fest, Koba Fest, Sebuntal Fest, Loa Janan Creative Fest, Pesisir Nusantara, serta Tingkiland Fest yang menjadi penutup kalender kegiatan bidang Ekraf 2025.
Zikri mengakui bahwa salah satu agenda besar yang direncanakan, yakni Kukar Land, harus ditunda akibat efisiensi anggaran. Namun, Tingkiland Fest kemudian disiapkan sebagai alternatif pengganti tanpa mengurangi substansi program.
Menurutnya, setiap event yang dilaksanakan selalu disesuaikan agar tetap memberi dampak positif bagi pelaku seni, UMKM, dan masyarakat. Tidak hanya menghadirkan hiburan, namun kegiatan tersebut juga dimanfaatkan sebagai etalase promosi produk lokal agar semakin dikenal luas.
Ia menegaskan, strategi promosi melalui konser dan festival dapat memperkuat branding daerah serta meningkatkan nilai ekonomi sektor kreatif.
“Kami memastikan pelaku Ekraf tetap punya panggung dan masyarakat juga bisa menikmati hiburan yang berkualitas,” tegasnya.
Dengan capaian tersebut, Dispar Kukar optimistis aktivitas Ekraf ke depan dapat berjalan lebih kuat dan inovatif. Kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan pelaku seni diyakini menjadi kunci keberlanjutan industri kreatif di Kukar. (adv/prokomkukar/atr)








