Menu ✖

Mode Gelap

Distanak Kukar · 4 Jul 2025 16:18 WITA

Distanak Kukar Fokus Benahi Irigasi dan Jalan Usaha Tani, Prioritaskan Lima Kawasan Strategis


Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Distanak Kukar, Moh. Rifani, Perbesar

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Distanak Kukar, Moh. Rifani,

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kutai Kartanegara (Kukar) terus memperkuat infrastruktur pertanian dengan memprioritaskan pengembangan jaringan irigasi dan jalan usaha tani pada tahun anggaran 2025. Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Distanak, Moh Rifani, menyampaikan bahwa tahun ini pihaknya menargetkan pembangunan jalan usaha tani sepanjang 84 kilometer dan jaringan irigasi sepanjang 13 kilometer yang tersebar di beberapa kawasan strategis.

“Kami tetap memprioritaskan lima wilayah utama, yaitu Sebulu, Muara Kaman, Loa Kulu, Tenggarong Seberang, dan Marangkayu. Tapi itu bukan berarti wilayah lain diabaikan,” ungkap Rifani saat ditemui, Rabu (3/7/2025).

Selain pembangunan fisik seperti jalan dan irigasi, Distanak juga menyalurkan bantuan sarana prasarana berupa pintu air, dump parit, serta kandang kolektif untuk peternak sapi, khususnya di Tenggarong Seberang. Rifani menegaskan bahwa bantuan kandang hanya diberikan kepada kelompok tani, bukan individu, melalui pengajuan proposal sesuai kebutuhan riil di lapangan.

“Semuanya berbasis proposal dan kami filter berdasarkan rasio kebutuhan kelompok. Kalau alat sudah cukup, pengajuan tidak bisa disetujui. Kami ingin bantuan merata dan adil,” jelasnya.

Untuk alsintan (alat dan mesin pertanian), Distanak juga tetap membuka peluang bantuan di luar lima kawasan prioritas. Jenis alsintan yang disediakan meliputi mesin pra tanam, mesin tanam, hingga mesin panen. Pendekatan berbasis data dan kebutuhan juga diterapkan agar distribusi bantuan tepat sasaran.

Total anggaran yang digelontorkan Distanak Kukar untuk program sarana dan prasarana tahun ini mencapai Rp75 miliar. Anggaran tersebut termasuk untuk pengembangan infrastruktur di titik-titik seperti Muara Kaman, Sebulu, Kota Bangun, Anggana, Samboja, Tenggarong, dan Marangkayu.

Rifani juga mengungkapkan bahwa pihaknya akan melakukan sosialisasi perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan sebagai langkah antisipasi alih fungsi lahan, terutama ke sektor pertambangan.

“Kami akan menyempurnakan regulasi yang sudah ada agar lahan pertanian tetap terlindungi. Alih fungsi ke sektor non-pertanian sangat kami tidak benarkan,” tegasnya.

Selain itu, wilayah Sungai Pimping juga menjadi perhatian. Rifani menyebutkan bahwa Distanak telah mengusulkan pengembangan infrastruktur pertanian di kawasan tersebut, dengan rencana pemasangan jaringan pipa sebagai tindak lanjut dari pompa air yang sudah tersedia.

“Rencana pipanisasi di Sungai Pimping sudah masuk dalam program kerja kami. Mudah-mudahan anggarannya tidak dikurangi dan bisa segera direalisasikan,” pungkasnya.(adv/distanakkukar/atr/ob1/ef)

Artikel ini telah dibaca 17 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Bupati Kukar Dorong Siskamling hingga Masjid untuk Cegah Kebakaran

18 Oktober 2026 - 13:59 WITA

Pemkab Kukar Siapkan Penanganan Bertahap bagi Korban Kebakaran Loa Ipuh

18 Oktober 2026 - 13:56 WITA

Tinjau Lokasi Kebakaran Loa Ipuh, Bupati Kukar Dorong Penguatan Mitigasi

18 Oktober 2026 - 13:53 WITA

500 Guru Mengaji di Kukar Ikuti Sertifikasi, Perkuat Kualitas Pendidikan Al-Qur’an

17 Oktober 2026 - 19:05 WITA

DPMPTSP Kukar Catat 40 Ribu UMKM, Pengurusan NIB Bisa Gratis di MPP

17 Oktober 2026 - 19:03 WITA

PAD Kukar dari PBG dan Tenaga Kerja Asing Tembus Rp2,3 Miliar

17 Oktober 2026 - 19:01 WITA

Trending di Advertorial