Teks Foto : Drone Pertanian (Istimewa)
okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kutai Kartanegara (Kukar) berkolaborasi dengan Bank Indonesia (BI) memberikan pelatihan penggunaan teknologi drone sprayer kepada petani di Desa Bukit Pariaman, Kecamatan Tenggarong Seberang, Rabu (30/9/2026).
Pelatihan ini bertujuan memperkenalkan teknologi pertanian modern sekaligus meningkatkan keterampilan petani dalam memanfaatkan drone untuk menunjang kegiatan penyemprotan tanaman.
Kepala Distanak Kukar, Rifani, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada teknik pengoperasian drone, tetapi juga mencakup pemeliharaan dan pengelolaan perangkat agar dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.
“Dalam kerja sama itu, Bank Indonesia menyediakan drone sprayer berukuran besar yang digunakan untuk penyemprotan tanaman, sekaligus memberikan pelatihan kepada petani. Sementara, kami hanya berperan memfasilitasi serta menyiapkan kelompok atau petani yang akan memanfaatkan teknologi itu,” ujar Rifani.
Menurutnya, penggunaan drone sprayer dapat memangkas waktu pengerjaan penyemprotan lahan secara signifikan dibandingkan metode manual. Jika penyemprotan satu hektare lahan secara konvensional membutuhkan waktu hingga dua hari, teknologi drone memungkinkan pekerjaan tersebut diselesaikan dalam waktu sekitar dua hingga tiga jam.
Efisiensi waktu tersebut diharapkan dapat membantu petani meningkatkan produktivitas sekaligus meringankan beban pekerjaan di lapangan. Usai pelatihan, drone sprayer akan diserahkan kepada kelompok tani untuk dikelola dan dimanfaatkan dalam aktivitas pertanian.
Rifani berharap para peserta pelatihan dapat membagikan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh kepada petani lainnya. Langkah ini dinilai penting agar pemanfaatan teknologi pertanian dapat meluas, mengingat jumlah peserta yang mengikuti pelatihan masih terbatas.
Selain menggandeng Bank Indonesia, Distanak Kukar juga membuka peluang kerja sama dengan pihak swasta lainnya untuk mendukung pengembangan teknologi pertanian di daerah. “Kita tidak hanya berhenti di Bank Indonesia saja, tapi berupaya menggandeng mitra-mitra swasta lainnya,” tandasnya.(adv/diskominfokukar/atr)










