okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Festival Erau Adat Kutai 2026 dijadwalkan berlangsung pada September di Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar). Selain memusatkan kegiatan di tiga kawasan, penyelenggara akan melibatkan pelajar untuk mengenalkan adat dan budaya Kutai secara langsung.
Erau tahun ini mengusung tema “Raja Menjamu Rakyatnya”. Tema tersebut ditetapkan oleh Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura dan dijadwalkan diperkenalkan secara resmi dalam peluncuran festival pada awal Agustus 2026.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar Heriansyah mengatakan persiapan dilakukan bersama Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura. Hingga akhir Juli, panitia telah menggelar dua kali rapat koordinasi untuk membahas pembagian tugas dan rangkaian kegiatan.
“Persiapan terus berjalan. Untuk kegiatan seremonial menjadi tanggung jawab Disdikbud, sementara prosesi adat tetap dilaksanakan oleh Kesultanan sesuai pakem yang berlaku,” kata Heriansyah.
Pembagian tugas tersebut dimaksudkan untuk menjaga prosesi sakral tetap berada di bawah kewenangan Kesultanan. Sementara itu, pemerintah daerah menangani rangkaian seremonial dan kegiatan yang terbuka bagi masyarakat.
Jadwal Terperinci Menunggu Peluncuran
Kalender pariwisata dalam laman resmi Indonesia.travel mencantumkan Erau Adat Kutai 2026 pada 21–29 September. Jadwal itu berbeda dari rencana awal Disdikbud Kukar yang menyebut pelaksanaan pada 20–27 September 2026.
Dalam keterangan terbarunya, Heriansyah hanya memastikan Erau diselenggarakan pada September. Karena itu, masyarakat masih perlu menunggu peluncuran resmi untuk mengetahui tanggal dan susunan acara secara terperinci.
Rangkaian Erau akan dipusatkan di tiga kawasan, yaitu Stadion Rondong Demang beserta area parkirnya, kawasan Keraton dan Museum Mulawarman, serta Kedaton Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura.
Pemusatan tersebut dilakukan untuk mempermudah pengelolaan kegiatan sekaligus mempertahankan hubungan Erau dengan kawasan bersejarah di Tenggarong.
“Tradisi ini harus terus dilestarikan. Jangan sampai identitas budaya yang kita miliki perlahan hilang karena tidak lagi dilaksanakan,” ujar Heriansyah.
Pelajar Dilibatkan Mengenal Budaya Kutai
Disdikbud Kukar berencana melibatkan sekolah-sekolah, terutama jenjang SD dan SMP, dalam sejumlah agenda Erau. Pelajar PAUD juga akan mengikuti kegiatan tertentu yang disesuaikan dengan usia mereka.
Pelibatan tersebut diarahkan sebagai bagian dari pembelajaran budaya lokal. Namun, Disdikbud belum mengumumkan sekolah yang terlibat, bentuk kegiatan, maupun mekanisme keikutsertaan para pelajar.
“Melalui Erau, kami ingin anak-anak mengenal adat dan budaya Kutai secara langsung. Ini menjadi bagian dari pendidikan karakter sekaligus upaya menanamkan rasa bangga terhadap warisan budaya daerah sejak dini,” katanya.
Heriansyah menyebut Pemkab Kukar mengalokasikan hibah sekitar Rp15 miliar kepada Kesultanan. Dana itu bukan hanya digunakan untuk penyelenggaraan Erau, tetapi juga mencakup operasional Kesultanan dan pemeliharaan Kedaton.
Penyelenggaraan Erau juga akan melibatkan sejumlah pemangku kepentingan di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Rincian pembagian anggaran untuk festival, operasional Kesultanan, dan pemeliharaan Kedaton belum disampaikan.
Erau Adat Kutai termasuk dalam 125 agenda yang terpilih dalam Karisma Event Nusantara 2026. Program Kementerian Pariwisata tersebut memuat kegiatan budaya, seni, kuliner, dan pariwisata dari 38 provinsi di Indonesia.
Jadwal lengkap, lokasi setiap acara, pengaturan lalu lintas, serta mekanisme pelibatan sekolah dijadwalkan diumumkan setelah peluncuran resmi Erau 2026. (atr/bby)








