Menu ✖

Mode Gelap

Advertorial · 2 Des 2023 11:06 WITA

Faktor Ekonomi Picu Perdagangan Manusia, KDRT, dan Eksploitasi Anak di Kukar


Faktor Ekonomi Picu Perdagangan Manusia, KDRT, dan Eksploitasi Anak di Kukar Perbesar

TENGGARONG – Tim dari Universitas Mulawarman (Unmul) mengungkapkan bahwa faktor ekonomi, khususnya kemiskinan, menjadi pemicu utama terjadinya perdagangan manusia, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), dan eksploitasi anak di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

Hal ini disampaikan dalam seminar hasil studi yang dilakukan oleh Unit Layanan Strategis Percepatan Pembangunan dan Inovasi Daerah (ULS-PPID) Unmul bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kukar, Selasa (28/11/2023) di ruang pertemuan DP3A Kukar.

Kepala Bidang Perlindungan Anak DP3A Kukar Saiful mengatakan, studi ini akan dijadikan acuan dalam membuat kebijakan untuk mengatasi permasalahan perdagangan manusia, KDRT, dan eksploitasi anak di Kukar.

“Kami ingin studi ini dapat memberi gambaran yang jelas dan ilmiah tentang situasi dan faktor-faktor yang menyebabkan kasus-kasus tersebut di Kukar,” katanya.

Sementara itu, Kabid Sosial Budaya Kemasyarakatan BRIDA Kukar Tulus Sutopo mengatakan, riset ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan keterlibatan masyarakat dalam mencegah dan menyelesaikan kasus-kasus perdagangan manusia, KDRT, dan eksploitasi anak.

“Kami berharap Kukar menjadi daerah yang aman dan nyaman bagi perempuan dan anak, tanpa ada kekerasan dan eksploitasi yang merampas hak-hak mereka,” ucapnya.

Ketua Tim Pengkaji ULS-PPID Unmul Lisda Sopia, M.Psi., Psikolog menjelaskan, studi ini menggunakan metode survei dengan menyebarkan kuesioner kepada 400 responden yang berasal dari berbagai latar belakang usia, pendidikan, pekerjaan, dan status perkawinan di Kukar. Studi ini juga melibatkan wawancara mendalam dengan beberapa narasumber yang terkait dengan isu-isu perdagangan manusia, KDRT, dan eksploitasi anak.

Lisda mengatakan, studi ini menemukan bahwa:

Persepsi masyarakat terhadap perdagangan manusia, KDRT, dan eksploitasi anak di Kukar masih rendah. Sebagian besar responden menganggap bahwa kasus-kasus tersebut jarang terjadi, tidak berdampak besar, dan tidak ada hubungannya dengan mereka.

Faktor-faktor penyebab terjadinya perdagangan manusia di Kukar adalah media sosial (82,7 persen), ekonomi (76,1 persen), lingkungan (73,4 persen), pengetahuan (63,2 persen), pendidikan (41,2 persen), dan sosial budaya (16,1 persen).

Faktor-faktor penyebab terjadinya KDRT di Kukar adalah ekonomi (86,6 persen), pengetahuan (52,2 persen), kontrol emosi (41,2 persen), lingkungan (33,7 persen), dan sosial budaya (17 persen).

Faktor-faktor penyebab terjadinya eksploitasi anak di Kukar adalah ekonomi (52,4 persen), pengetahuan (37,8 persen), dan pendidikan (35,4 persen).

Faktor ekonomi, terutama kemiskinan, sulitnya mencari lapangan pekerjaan, dan pengangguran, merupakan faktor yang paling dominan dan berpengaruh terhadap terjadinya perdagangan manusia, KDRT, dan eksploitasi anak di Kukar. (Adv)

Artikel ini telah dibaca 52 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Kukar Bidik Juara Porprov Korpri Kaltim 2026, Atlet Mulai Jalani Persiapan

9 Oktober 2026 - 14:34 WITA

MTQH Kaltim 2026 Digelar di Kukar, Pemkab Matangkan Persiapan dan Lokasi Kegiatan

9 Oktober 2026 - 14:30 WITA

Pemkab Kukar Siapkan Dana RT untuk Perkuat Sistem Air di Kawasan Rawan Kebakaran

8 Oktober 2026 - 13:41 WITA

Pemkab Kukar Pastikan Bantuan Korban Kebakaran Danau Aji Sesuai Kebutuhan

8 Oktober 2026 - 13:40 WITA

Pemkab Kukar Percepat Recovery Pascakebakaran Danau Aji

8 Oktober 2026 - 13:38 WITA

Ganggu Warga, 13 Tempat Hiburan di Kota Bangun Dipantau Satpol PP

7 Oktober 2026 - 15:45 WITA

Trending di Advertorial