Menu

Mode Gelap

DPR RI · 22 Sep 2021 10:07 WIB

Hetifah Tegaskan Komitmen Perjuangkan Nasib Guru Honorer


 Hetifah Tegaskan Komitmen Perjuangkan Nasib Guru Honorer Perbesar

okeborneo.com, SAMARINDA- Wakil Ketua Komisi X Fraksi Partai Golongan Karya (Golkar) Dapil Kaltim DPR RI, Hetifah Sjaifudian menegaskan kembali komitmennya untuk memperjuangkan nasib guru dan tenaga pendidik honorer.

Hetifah mengatakan komitmen tersebut diperlihatkan dengan dibentuknya panitia kerja (Panja) Guru dan Tenaga Kependidikan Honorer.

“Untuk guru lama yang masih honorer, sebenarnya sudah dibahas dan saat ini, DPR telah membentuk panitia kerja (Panja) untuk pengangkatan ASN guru guru honorer,” ucap Hetifah.

Dirinya juga mengatakan bahwa sebenarnya para guru honorer sudah diberi afirmasi atau nilai tambahan.

Disinggung mengenai guru honorer yang mengikuti tes CASN dan belum juga lulus, hetifah mengatakan mereka dapat mengikutinya secara berulang dan akan dibimbing.

“Guru juga dapat mengikuti berulang kali dan dibimbing, nanti juga dilihat jika masih ada masalah atau tidak lulus jadi kuota kita tidak terpakai,”jelasnya.

Terkait dengan teknologi yang saat ini berkembang namun tidak beriringan dengan kondisi guru lama yang masih belum akrab dengan pendidikan berbasis teknologi masa kini.

Nantinya akan dilakukan evaluasi kembali bagaimana kebijakan yang akan diambil.

“Karena saat ini bukan hanya kompetensi guru saja tapi juga masalah keberpihakan kita empati dengan guru yang telah mengabdi lama. Jadi harusnya dipisahkan kebijakannya guru yang telah mengabdi lama dengan guru baru yang mempunyai kompetensi,” bebernya.

Ini kebijakan yang tidak mudah tapi kami akan dorong apalagi dengan guru yang telah mengabdi lama sebagai apresiasi untuk mereka.

Lebih lanjut diungkapkan Hetifah, Guru honor yang tidak lulus pppk tetap boleh mengajar. Namun hanya statusnya saja belum berubah,nanti akan kembali kita evaluasi dan kita dorong untuk ikut kembali.

“karena menurut perundang-undangan, kita harus melakukan assessment tersebut.
jadi gak bisa tiba-tiba menjadi guru, harus ada kompetensinya, jadi ini masalah lama yang belum selesai dan harus dipisahkan,” pungkasnya. (bdp/ob1/ef)

Artikel ini telah dibaca 13 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Tingkatkan Kapasitas Pelaku Parekraf di Balikpapan, Hetifah: Public Speaking Jadi Kebutuhan Untuk Makin Maju

23 Mei 2024 - 20:48 WIB

Hetifah Tegaskan Pentingnya Peran Guru Penggerak dalam Majukan Pendidikan

29 Juli 2023 - 17:35 WIB

Hetifah Tegaskan Pentingnya Peran Guru dalam Transisi PAUD Menuju SD yang Menyenangkan

28 Juli 2023 - 17:17 WIB

Hetifah Fasilitasi Penguatan Kapasitas Pelaku Ekraf Atas Pelindungan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI)

15 Juli 2023 - 12:59 WIB

Perhelatan TRF 2023, Perputaran Ekonomi Ditaksir Mencapai Puluhan Juta Rupiah

25 Juni 2023 - 09:58 WIB

Sebanyak 19 Ribu Pelajar di Kukar Terima Beasiswa PIP Jalur Aspirasi Hetifah Sjaifudian

24 Juni 2023 - 15:17 WIB

Trending di DPR RI